Pemerintah Kota Metro melaksanakan Musyawarah Perencanaan
Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kelurahan Margorejo, Kecamatan
Metro Selatan, sebagai bagian dari proses perencanaan pembangunan
daerah, Rabu (07/01/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Metro Hi. Bambang Iman
Santoso, S.Sos., M.Pd.I, didampingi Staf Ahli Wali Kota, Asisten Sekda
Kota Metro, para Kepala UPD Kota Metro, Camat Metro Selatan, Kepala
Bagian Sekretariat Daerah, Lurah Margorejo, tokoh agama, tokoh
masyarakat, serta para pamong Kelurahan Margorejo.
Lurah Margorejo, Dwi Saptarini, melaporkan bahwa dalam pengelolaan
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terdapat sejumlah wajib pajak yang
pembayarannya difasilitasi oleh kolektor dan untuk objek pajak yang
pemiliknya tidak dapat ditemukan,telah diterapkan penggarapan lahan
yang hasilnya untuk membayar PBB tersebut. 
“Realisasi PBB dilakukan melalui solusi bersama dengan kolektor, yakni
dengan mengizinkan penggarapan lahan dan hasil penggarapan
tersebut digunakan untuk membayar kewajiban PBB,namun tunggakan
tersebut akan terus kita tagih pada bulan berikutnya,” ungkapnya.
Dirinya menambahkan, target PBB tahun 2025 sebesar Rp147.773.923,
dengan realisasi mencapai Rp123.337.810 atau sekitar 83 persen.
Capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan tahun
sebelumnya, meskipun belum dapat mencapai angka di atas 90 persen
karena masih terdapat objek pajak bermasalah dan wajib pajak yang
belum dapat ditagih secara optimal.
Untuk rencana pembangunan tahun 2026, disampaikan sejumlah
gagasan pembangunan, antara lain pembangunan gorong-gorong dan
drainase, serta lanjutan dari pembangunan yang telah dilaksanakan
pada tahun 2025 menggunakan anggaran kelurahan yang dimanfaatkan
untuk pembangunan infrastruktur yang meliputi pembangunan drainase
makam RT 04 RW 01, Drainase Jalan Cempaka RT 10 RW 03,
Drainase Jalan Cemara RT 15 RW 04, Drainase lanjutan belakang SD
IT RT 18 RW 05, Drainase Gang Pengadulan RT 25 RW 06, Drainase
Jalan Adipati 1 dan Adipati 4 RT 23 RW 06, Drainase Jalan Kencana
Indah RT 08 RW 02, serta Drainase Jalan Kencana Ungu RT 03 RW 01.
Selain kegiatan fisik, Dwi Saptarini juga melaksanakan kegiatan nonfisik
dalam rangka pemberdayaan masyarakat,salah satunya yaitu
membentuk Forum Kesehatan Keluarga (FKK).
“Untuk kegiatan sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat, terdapat
sosialisasi forum kesehatan kelurahan (FKK), sosialisasi penguatan
forum anak, sosialisasi pencegahan stunting, sosialisasi anti narkoba,
serta rapor pembuatan profil kota layak anak,” paparnya.
Wali Kota Metro,Bambang Iman Santoso menyampaikan bahwa
Musrenbang ini adalah ajang silaturahmi dari kami selaku pemimpin
kepada para pamong, tokoh masyarakat serta masyarakat secara
keseluruhan, terlebih musyrenbang kelurahan tahun ini adalah
Musrenbang yang pertama kali kami datangi selaku pemimpin baru yang
dilantik pada bulan Februari 2025.
Bambang juga mengajak seluruh peserta Musrenbang untuk
memanfaatkan forum tersebut secara optimal. “Mari kita manfaatkan
sebaik-baiknya, mudah-mudahan nantinya ada usulan-usulan yang
menjadi skala prioritas untuk diwujudkan demi pembangunan
keberlanjutan, khususnya di Kelurahan Margorejo untuk tahun anggaran
2027,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Metro menyampaikan apresiasi
dan ucapan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat atas
keberhasilan pembangunan dan berbagai capaian yang telah diraih di
Kelurahan Margorejo selama tahun 2025. Ia juga menyampaikan bahwa
dalam waktu dekat akan dibangun MTsN unggulan yang bertempat di
Kelurahan Margorejo.
Kegiatan Musrenbang dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dipimpin
oleh Camat Metro Selatan dan diawali dengan pengarahan dari Asisten
Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dra. Rosita, M.M. Dalam
arahannya, Rosita menekankan pentingnya pelaksanaan tugas RT dan
RW, khususnya terkait pencapaian pendapatan dari sektor PBB.
Dalam sesi tanya jawab, salah satu Ketua RT menyampaikan usulan
penambahan RT karena wilayahnya membawahi lebih dari 100 KK,
serta harapan agar penyaluran bantuan sosial dapat lebih tepat sasaran.
Widodo, mantan Ketua RW 04, menyampaikan ucapan terima kasih
atas pembangunan yang telah dilaksanakan di Kelurahan Margorejo dan
berharap ke depan pembangunan dapat semakin ditingkatkan. Ia juga
mengapresiasi kenaikan insentif RT dan RW sebagai bentuk perhatian
pemerintah kepada masyarakat.
Usulan lainnya disampaikan oleh salah satu warga terkait pembangunan
jalan tembus di RT 04 yang telah diusulkan sejak kepemimpinan wali
kota sebelumnya. Sementara itu, salah satu kader posyandu
mengusulkan pengadaan seragam baru serta peningkatan insentif,
mengingat banyaknya kegiatan yang dilaksanakan oleh kader
posyandu.
Menanggapi hal tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesra menjelaskan
bahwa pemecahan RT dapat dilakukan sesuai prosedur, dimulai dari
musyawarah masyarakat, pembuatan berita acara, dan pengajuan
kepada lurah untuk ditindaklanjuti. Terkait usulan kenaikan insentif kader
posyandu, ia menyampaikan bahwa hal tersebut akan diusulkan dengan
menyesuaikan kondisi keuangan daerah, serta diharapkan tidak
mengurangi semangat para kader dalam melayani masyarakat. (Adv)











