Puisi I Wayan Budiartawan

Awal Tahun Baru Penuh Kemenangan Suka cita tiada tara di dalam hatiku Januari datang tahun berganti Mengerjakan hal-hal baru Membuang apa yang

Puisi-Puisi Romzul Falah

Bertaruh Kelebat Nenek beritahu cucumu jika rumah digeledah kamar tempat puisi-puisi disimpan dan kangen diletakkan rapi dalam alamat kepergian   kirimi surat

Puisi Rofqil Junior

Percakapan di Desa / kemudian, sejenak percakapan surut pion-pion catur tumbang angin kecil dari tenggara merapat ke sisi mataku menerka, bunga-bunga mekar

Puisi-puisi Ruhan Wahyudi

Terbang Ke Langit Setiap kali burung merpati melingkar di mataku Rasanya aku juga ingin terbang bersamanya   Tapi tidak dengan burung itu,

Puisi-puisi Rakyat Muhammad Lutfi

  Kaum Terbuang Kaum terbuang rela dibikin debu Rumah mereka ditebang Kaos mereka menyangkut dipinggir kali Dan menjadi reruntuhan gedung lama Mereka

Puisi Zulfikar Husein

  Kapitalis Seperti purnama sudah gerhana tapi ombak tak bertepi, kau kapitalis! Puisi dan Kopi Puisi itu kopi hidangan pada pesta rakyat

Puisi-puisi I Wayan Budiartawan

  Jam Beker Tua Rumah kuno dari tahun 1950-an Peninggalan kakek-nenek Kakekku pensiunan pegawai pos Nenekku juru rias di keraton   Beker

Puisi-puisi Asmaul Husna

  Menyulam Doa Apa yang kau ragu dengan takdir-Nya? bahkan embun pun jatuh atas persetujuan Tuhan   Apa yang kau ragu dengan

Puisi-puisi I Wayan Budiartawan

  Gunung Meletus Sasmita Alam Lahar muntah dari kepundan Membanjiri sungai dan dataran Manusia panik bahaya datang Alam murka tak ada yang

Puisi-Puisi Hamdani Mulya

  Tangis Leuser Leuser menangis dalam isak tak terkira Mendesah karena pohon yang tumbang dan ranting dicincang Sungai yang dulu biru, gemercik

Puisi-puisi Saraswati

  Ketika Lelaki Itu Jatuh ketika lelaki itu jatuh menuju lembah tempat aku bermula menyanyikan kidung kidung kembara tak apa jika kau

Puisi-puisi Eny Marlina

  Sajak Bisu Angin menampar malamku meneriaki hujan di jalan bebatuan yang terbentang kering memaraukan suara hati sajakku rebah di pucuk malam.

Puisi Hari Raya I Wayan Budiartawan

  Pesan Nenek di Hari Raya Terngiang-ngiang di telinga Pesan nenek saat Hari Raya Agar aku berjuang segigih-gigihnya Menghadapi hidup penuh tantangan

Puisi-puisi I Wayan Budiartawan

  Gunung Agung Murka Alam penuh misteri Manusia tidak tahu datangnya bencana Seperti Gunung Agung kini meletus Tiba-tiba lahar muntah dari kepundan

Puisi-puisi Saiful Bahri

  JIHAD SUNYI dawai perang mengguncangkan dukana hasrat petang tergerai jawaban jihad sunyi yang menyulam cahaya kunang-kunang Tapi, belum sempat kuceritakan rasa

Puisi-puisi Saiful Bahri

  Narwastu aku pernah menjadi warna mengulum putik senyum bunga. menghayal diam dalam bisu menghasu siapa yang merindu? di antara keringat senja

Puisi-puisi I Wayan Budiartawan

  Menjelang Tahun 2017 Berlalu Masa lalu bisa dilihat kembali Sebagai patokan untuk hari esok Dulu  kubaca sebuah puisi di koran Tentang

Puisi I Wayan Budiartawan

Kenangan Lama  Rembulan bersinar kemilau malam itu Aku duduk di sampingmu Segalanya terasa indah Kau bagai bidadari dari sorga Kata-katamu lemah lembut

Puisi Heri Almi Maulana

  Tak Tahu Malu Hujan menampakkan wajahnya. Terlihat sedih melihatku. Sembari air matanya mengalir deras. Hingga tetesannya, menusuk ubun-ubun. Iringan angin sesekali

Puisi-puisi Jingga Kelana

  Meraba Diri Serimbun asa mengusik rasa apa dan siapa beriring sapa kutengadah langit biru yang luas, kupandangi bintang bintang berkilau, kutembang

Puisi Husnul Hidayati Annajmi

  Teruntuk Dinda Salam hangat kuhaturkan buat dinda saat asaku menjerit butuh tupang dada Kumatai ucap katamu dari gerbong hingga bandara. Tak

Puisi-Puisi Mustiar AR

  Duka Memeluk Toba Teriak di ajibata Sumatra, sayang duka telah memeluk Tobaku pada siang itu tak dinyana maut tiba menjemput semua

5 Puisi Nasrullah Thaleb

  Dalam Kepulan Asap Tembakau Dalam  kepulan asap tembakau seorang bidadari terbang mengintari langit kamar, merayap telanjang di dinding bibir merahnya menggoda

Puisi-puisi Tika Lestari

  Sambutan Hamba I Berkah satu bulan Kunanti ridho sang pencipta Pada setiap iringan langkah Berkah satu ramadhan Sejak fajar menjelma menjadi

5 Puisi Zab Bransah

  Pulang I   Langkahku malam ini merindukan kembali pada tanah kelahiran jalan masih panjang menapaki diri pada malam-malam yang makin menepi

Puisi-puisi Joel Pasbar

  Sang Pendosa Angan berlari di antara kawanan awan. Bersulang dingin gunung menatap lembah-lembah pasrah, menampung doa para penunggang musim kehilangan gairah ketika

5 Puisi Mustiar AR

  Anak Kecil Itu Anak kecil itu mati di negeri kaya demi minyak, gula, terigu, beras Ah!   Anak kecil itu terinjak-injak

Puisi-Puisi Muhammad Rain

  Aku Dilahirkan untuk Ada daun jatuh lembaran waktu menguningi sepi layu dan merungui apa saja termasuk mata air termasuk celah lubuk

Puisi-Puisi Mahdi Idris

  Perihal Mimpi Mimpi pertama yang muncul pada usia menjelang remaja; beberapa buah manggis berjatuhan dari pohonnya dikutuk angin pagi. Lalu satu-persatu