oleh

Sengketa Tapal Batas Selesai, Provinsi Papua Tengah di Depan Mata

Jakarta, Radar Pagi – Berakhir sudah sengketa batas wilayah antara beberapa Kabupaten yang berbatasan dengan PT Freeport Indonesia (tambang emas Grasberg) di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Empat bupati akhirnya menandatangani Berita Acara Kesepakatan Batas Wilayah.

Penandatanganan Berita Acara ini dilakukan usai Rapat Koordinasi (Rakor) di Hotel Luminor, Jakarta, Senin (9/3/2020) silam. Sebagai fasilisator yang menengahi pertikaian adalah Kasubdit Batas antar daerah Wilayah III, Direktorat Toponimi dan Batas daerah ,Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayaan, Kementerian dalam Negeri Drs. Wardani, MAP.

Hadir pula pihak-pihak yang bertikai, yaitu Bupati Mimika Eltinus Omaleng, Bupati Paniai Meki Nawipa, Bupati Puncak Willem Wandik, dan Bupati Intan Jaya Natalius Tabuni yang diwakili oleh Sekretaris Bappeda Intan Jaya.

Bupati Intan Jaya yang semula sudah merencanakan hadir dalam acara penandatanganan, terpaksa mengundurkan jadwal keberangkatannya dikarenakan mesin pesawat yang akan menerbangkannya dari Timika ke Jakarta mendadak rusak.

Dalam penandatanganan tersebut, Bupati Mimika Eltinus Omaleng mengatakan pihaknya menerima batas wilayah atau titik kordinat batas wilayah dan menegaskan tidak akan mempersalahkan batas-batas tersebut di kemudian hari.

“Setelah kami melihat soal tapal-tapal batas yang dipaparkan di atas, ternyata sesuai dengan kita punya kenginan kita, yaitu Gunung Grasberg tetap di Kabupaten Mimika. Tapal batas yang disepakati hanya di luar Gunung Grasberg,” ujarnya.

Bupati Puncak Willem Wandik mengaku senang dengan kesepatan yang telah diraih.  Menurutnya, dengan adanya kesepakatan tapal Batas ini, akan membantu proses pemerintahan dan pembangunan di empat kabupaten yang sebelumnya bertikai, bahkan dapat mensukseskan terbentuknya Provinsi Papua Tengah yang selama ini diperjuangkan oleh para Bupati yang tergabung dalam wilayah adat Provinsi Papua Tengah.

“Dengan adanya Kesepakatan batas wilayah ini, maka proses pemetaan akan lebih jelas, akan memuluskan pemekaran Provinsi Papua Tengah,” katanya.

Provinsi Papua Tengah di Depan Mata

Sementara Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni, SS, M.Si mengaku bersyukur dengan hasil yang dicapai, mengingat persoalan tapal batas ini sudah berlangsung sejak lama. Bahkan tahun 2019 lalu sudah tiga kali dibahas oleh tiga bupati bersama dengan Kementerian Dalam Negeri. Namun Bupati Mimika Eltinus Omaleng saat itu belum sempat hadir hingga persoalan tidak menemukan titik terang.

“Puji Tuhan Bupati Mimika kemarin bisa hadir dalam pertemuan. hasilnya disepakati batas wilayah antara Kabupaten Mimika dan Intan Jaya, Kabupaten Mimika dan Paniai, kemudian Kabupaten Mimika dan Puncak, terutama di area kawasan tambang Grassberg,” ujarnya.

“Kami para bupati sudah tanda tangan, nanti kewenangan Kementerian Dalam Negeri untuk menerbitkan keputusan. Kami siap melanjutkan keputusan Menteri Dalam Negeri,” sambungnya.

Dia juga mengatakan kesepakatan ini bisa menjadi awal yang baik untuk persiapan pembentukan Provinsi Papua Tengah. Apalagi sebelumnya para bupati sudah menggandeng lembaga studi UGM untuk melakukan studi banding atau kajian ilmiah tentang manfaat pemekaran provinsi dan mencari tahu kekurangan-kekurangan yang ada. (Om Yan)

 

 

 

 

 

News Feed