oleh

Pengelolaan DD/ADD Tidak Optimal, Lokki Masuk Kategori Desa Tertinggal

SBB, Radar Pagi – Lokki merupakan 1 dari 5 desa di kecamatan Huamual Kabupaten Seram Bagian Barat(SBB) Provinsi Maluku, yang membawahi 6 dusun/kampung dengan jumlah penduduk terbanyak dan luas wilayah terbesar kedua setelah desa Luhu kecamatan Huamual. Dengan memiliki jumlah penduduk terbanyak dan luas wilayah yang besar, otomatis besar pula penerimaan Dana Desa(DD) dan Alokasi Dana Desa(ADD).

Namun, walaupun jumlah DD dan ADD yang terbilang besar (-+ 3.5 M) belum sepenuhnya mampu mensejahterakan masyarakatnya. Hal ini diakibatkan tidak optimalnya pengelolaan dan pemanfaatan DD dan ADD pada sektor peningkatan kesejahteraan masyarakat oleh aparatur pemerintah desa Lokki, sehingga menyebabkan Desa Lokki masuk dalam kategori desa “tertinggal”.

Indikator desa Lokki masuk  dalam kategori desa “tertinggal” dari segi pemanfaatan DD dan ADD,  yakni masih banyaknya keluarga miskin dan pemukiman tidak layak huni di desa itu, yang dikarenakan terlalu besarnya penggunaan anggaran untuk pembangunan infrastruktur ketimbang pemberdayaan peningkatan pendapatan masyarakat.

Fakta ini diungkapkan oleh Bupati Seram Bagian Barat(SBB) Drs. M. Yasin Payapo,Mpd pada pembukaan Musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang)  Kecamatan  Huamual dan Seram Barat, pada Senin (2/3/2020) di aula Kantor Kecamatan Huamual.

Bupati dalam sambutannya mempertanyakan kenapa sampai Desa Lokki masuk kategori desa tertinggal. “Anggaran DD sama ADD pada kecamatan Huamual dalam 3 tahun terakhir terus mangalami peningkatan hingga mencapai angka 46 M lebih, tapi kenapa masih ada desa di kecamatan Huamual yang tergolong desa tertinggal?” tanya Bupati.

Dia menegaskan kepada semua kepala desa dan camat agar segera menginvetarisir semua keluarga miskin dan dan perumahan masyarakat yang tidak layak huni.

“Saya tegaskan kepada para pimpinan OPD, para camat dan para kepala desa agar segera mendata semua keluarga miskin dan perumahan rakyat yang tidak layak huni didaerah masing-masing. Kita butuh data yang kongkrit,” tegas Bupati.

Sementara itu, dari realisasi penggunaan dan pengelolaan DD/ADD selama 3 tahun terakhir 2 dari 7 Desa yang ada di kecamatan Seram Barat telah mencapai predikat desa mandiri yakni Desa Piru dan Desa Eti. Sedangkan Desa yang masuk kategori tertinggal adalah Desa Lokki Kecamatan Huamual. (jabar)

 

News Feed