oleh

Perempuan Penghina Risma Ditangkap di Bogor

Surabaya, Radar Pagi – Netizen penghina Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akhirnya tertangkap. Kabar tersebut dibenarkan oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya yang menangani kasus tersebut.

“Iya, benar. Nanti dirilis sama Pak Kapolrestabes,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran dikutip dari detikcom.

Polisi menyebut pelaku ditangkap di Kota Bogor, Jawa Barat.

“Tepatnya di Kota Bogor, Jawa Barat,” ungkap Kapolrestabes Surabaya Kombes Sandi Nugroho.

Sandi menambahkan, pelaku yang merupakan perempuan ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan.

Kasus ini berawal saat pelaku memposting dua postingan di akun facebooknya yang bernama Zikria Dzatil. Postingan itu bernada menghina Wali Kota Risma dengan menyebutnya sebagai kodok betina. Postingan bernada penghinaan itu kemudian dilaporkan ke Polrestabes Surabaya.

Sejumlah warga Surabaya yang tak terima Rism dihina melakukan demo di Polrestabes Surabaya. Massa meminta agar polisi mengusut tuntas dan menangkap pelaku.

Lalu apa kata Risma soal penangkapan penghinanya itu?

Ditemui usai meninjau genangan air di Jalan Mayjen Sungkono, wali kota 2 periode itu mengaku tidak tahu soal penangkapan netizen yang telah menghinanya. Sebab ia tidak mengikuti kasus laporannya.

Risma justru menyuruh wartawan menanyakan soal laporan kasusnya ke Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara atau Febri yang berada di depannya.

“Gak eruh. Takon iku Febri sing diperikso (gak tahu. Tanya itu Febri yang diperiksa),” ujar Risma usai meninjau genangan air di Jalan Mayjen Sungkono, Sabtu (1/2/2020).

Namun saat dimintai tanggapan, Febri juga enggan mengomentari lebih lanjut terkait netizen penghina Risma. Sebab, Pemkot Surabaya sudah menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada kepolisian.

“Sudah, biar ditangani kepolisian saja,” ucap Febri. (dtc/red)

News Feed