oleh

Ratusan WNI dari China Akan Dikarantina Massal

Jakarta, Radar Pagi – Tercatat 9.755 orang terjangki tvirus corona di China, 206 orang di 24 negara turut mengidap penyakit ini, dan 213 orang tewas akibat keganasan virus yang awalnya diduga berasal dari kelelawar itu. Melihat perkembangan tersebut, kemarin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan status darurat kesehatan global.

Karena itu. rencana evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan dan kota-kota lain yang menjadi pusat wabah virus corona di Provinsi Hubei, China harus diikuti dengan penyiapan karantina. Jangan sampai pemulangan ratusan WNI justru akan mendatangkan problem baru jika di antara mereka ada yang terjangkit virus tersebut.

Anggota Komisi IX DPR RI Anwar Hafid, Anggia Ermarini dan Nabil Haroen berharap pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes), menekankan proses karantina sesuai dengan standar medis. “Tentu ini adalah kewenangan penuh (Kemenkes), secara teknis standar kesehatan harus benar-benar selektif dan dilakukan semaksimal mungkin,” ucap Anwar Hafid.

Anggia Ermarini juga menekankan proses screening dan karantina WNI dari Wuhan benar-benar dilakukan secara maksimal. Menurut dia, langkah ini membutuhkan koordinasi matang yang melibatkan unsur terkait seperti Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, dan TNI.

“Untuk menggunakan asrama haji sebagai tempat karantina juga harus diukur benar, jangan sembrono karena banyak warga di sekitar. Sebab nanti kalau ada yang tertular bisa repot. Sekarang memang belum ada yang tertular, tapi harus ada antisipasi,” ujarnya.

Senada, Nabil Haroen menekankan pentingnya kehati-hatian dalam proses pemulangan WNI dari Wuhan dan pengarantinaan mereka. Politikus PDIP itu meminta pemerintah tidak segan meniru negara lain bagaimana memberlakukan karantina secara maksimal. “Indonesia harus banyak berbenah dalam manajemen kebencanaan,” katanya.

Kemarin Direktur Pencegahandan Pengendalian Penyakit Menular Langsung dr Wiendra Waworuntu MKes memastikan akan mengarantina WNI yang dievakuasi dari Hubei. “Saya tidak bicara di mana landingnya, tapi semua WNI yang turun dari Wuhan itu akan dikarantina. Untuk lokasi karantina belum tahu di mana, tapi persiapan Kemenkes untuk melakukan screening pemantauan dari awal,” kata Wiendra saat konferensi pers di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Kuningan, Jakarta Selatan, kemarin.

Menurut dia, selama dikarantina mereka juga diawasi oleh tenaga kesehatan mulai dari perawat, dokter spesialis paru, dokter kesehatan jiwa, hingga obgyn. “Mereka juga akan diatur olahraganya, konsumsi gizinya, dan sebagainya. Kalau ada yang panas, batuk, sesak napas, atau memperlihatkan gejala, baru langsung dibawa ke RS (rujukan),” katanya.

Sebelumnya Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto mematikan evakuasi atau pemulangan WNI tersebut akan melalui sejumlah proses sebelum benar-benar dipulangkan kepada keluarganya. Satu di antaranya mereka harus melalui proses karantina selama dua minggu atau satu kali masa inkubasi (1-14 hari/2-10 hari). (ysw/yon)

News Feed