oleh

Rocky Gerung Beri Nilai 9 untuk Jokowi-Maruf, Said Didu Kasih Nilai 3

-Nasional-8 views

Jakarta, Radar Pagi – Tepat 100 hari Jokowi dan Maruf Amin menjabat Presiden dan Wakil Presiden. Di luar dugaan, Rocky Gerung memberikan nilai sembilan untuk kinerja mereka. Hal itu berbeda dengan Said Didu yang cuma memberi nilai 3.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, menilai ada penurunan kinerja Jokowi dibanding periode sebelumnya.

“Kalau periode pertama diakumulasi, periode pertama itu adalah lima. Tapi periode kedua tiga,” ungkap Said Didu.

Sementara itu, Rocky menjelaskan alasannya memberikan nilai 9. Ternyata angka 9 yang dia maksud adalah 9 untuk kebohongan.

“9 untuk kebohongan,” kata Rocky Gerung.

Penilaian Rocky dan Said itu muncul di video Youtube channel Rocky Gerung Official. Dalam video tersebut, keduanya diwawancarai oleh Hersubeno Arief.

Menurut Rocky, dia memberikan nilai 9 untuk kebohongan setelah melihat beberapa poin yang ada pada visi misi Jokowi dan Maruf Amin di pemerintahan.

“Supaya fair, harus ada tolak ukurnya. Saya baca visinya. Terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong. Apakah kita sudah maju ?” tanya Hersubeno Arief.

“Ukurannya dua aja kan. Presiden ditugaskan oleh konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memelihara orang miskin. Sudah mengalami kemajuan ?” imbuh Rocky Gerung.

Lebih lanjut, Rocky Gerung pun mengungkap soal dua poin penting yang tidak Jokowi lakukan sebagai presiden.

Hal itu lah yang akhirnya menjadi panduan Rocky Gerung dalam memberikan nilai kepada Jokowi.

“Maju mencerdaskan juga iya, karena anak didik kita makin cerdas menghafal nama-nama ikan. Memelihara orang miskin ya orang miskin bertambah. Jadi dua hal itu yang merupakan tugas wajib presiden, tidak beliau lakukan,” ungkap Rocky Gerung.

“Makanya Anda kasih nilai 9 ?” tanya Hersubeno Arief.

“Iya, kalau bisa 9,5,” ucap Rocky Gerung.

Selain itu, Rocky Gerung juga memberikan penjelasan soal dua poin dalam visi misi Jokowi.

Yakni terkait mandiri dan gotong royong.

Menurut Rocky Gerung, bangsa Indonesia masih jauh dari kata mandiri.

Pun dengan gotong royong yang menurut Rocky Gerung masih sulit terealisasi.

“Mandiri ?” tanya Hersubeno Arief.

“Kita sama sekali enggak mandiri. Kalau kita mandiri kita enggak impor macem-macem. Bawang putih sampai antiobiotik kita impor,” ungkap Rocky Gerung.

“Gotong royong ?” tanya Hersubeno Arief lagi.

“Sampai sekarang, konflik horizontal, bahkan konflik identitas, konflik cebong dan kampret masih berlangsung. Di mana gotong royongnya ? Ada gotong royong, kabinetnya gotong royong. Gotong royong untuk berbohong,” jelas Rocky. (safrizal)

News Feed