oleh

Pemkab Intan Jaya Bentuk Tim Gabungan Tangani Pengungsi Dampak Penegakan Hukum

Intan Jaya, Radar Pagi – Upaya penegakan hukum yang dilakukan TNI/Polri terhadap KKSB/OPM di Kabupaten Intan Jaya, Papua, ternyata mengakibatkan masyarakat merasa takut hingga mengungsi. Karena itu, Pemkab Intan Jaya membentuk tim gabungan untuk menangani masalah tersebut.

Dalam pelaksanaannya, tim gabungan dibagi ke dalam beberapa sub tim, yaitu Tim Penanganan Pengungsi (Penanggungjawab: Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni, SS, M.Si), Tim Sekretariat Pengungsi (Koordinator:  Staf Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kab. Intan Jaya Surianto Kuddi), Tim Pendataan Pengungsi (Koordinator: Kepala BPBD Kab. Intan Jaya Yunus Mirip, S.Pd), dan Tim Penyaluran Penanganan Pengungsi (Koordinator: Kabag Kesra Setda Intan Jaya Yoakim Mujizau, SSTP).

Bupati Natalis Tabuni menjelaskan, para anggota tim gabungan yang dibentuk terdiri dari ASN, TNI/Polri, DPRD, gereja dll. Tim ini, kata Bupati, adalah tim yang berazaskan  pada rasa peduli kemanusiaan, kesukarelaan, tidak ada unsur politik, tidak mendapat honor, dan bertugas mengumpulkan dan mendata bantuan yang akan disalurkan kepada mereka yang berhak menerima.

“Kalau yang tidak berhak, tidak dapat bantuan,” kata Bupati dalam pertemuan dengan semua unsur masyarakat di Kota Sugapa, kemarin.

“Perlu diingatkan bantuan ini bukan dalam bentuk uang, tetapi dalam bentuk sembako,” sambung Bupati.

Danramil Sugapa Kapten Inf. Hengky S.

Bupati juga memberi pemahaman kepada masyarakat di beberapa kampung yang merasa takut hingga ada yang mengungsi ke Timika dan Nabire bahwa tindakan penegakan hukum yang dilakukan aparat adalah demi menjaga keutuhan wilayah NKRI, menjaga intergritas bangsa dari gangguan OPM.

“Harus dipahami sama-sama ya? Bukan masyarakat disiksa, dibunuh. Sampai saat ini belum ada laporan masyarakat disiksa maupun dibunuh,” kata Bupati.

Kapolsek Sugapa Ipda Mohamad Imran

Sikap pememeritah daerah dan gereja, kata Bupati, sangat jelas, bahwa TNI/Polri menjalankan tugas negara yang dibebankan ke mereka untuk mengejar TPM/OPM, dan tugas pemerintah daerah bersama tim gabungan yang baru dibentuk adalah fokus memberi rasa aman kepada masyarakat yang ada di tempat pengungsian maupun yang mengungsi keluar wilayah kabupaten.

“Maka tugas utama kita sebagai tim adalah mendata jumlah pengungsi dan bantuan yang sudah terkumpul agar disalurkan kepada mereka, biar beban mereka yang kekurangan akibat tidak pergi ke kebun, sehingga bisa jadi kelaparan, itu bisa kita atasi,” katanya.

Rombongan Bupati di Lapangan Terbang Sugapa. Rencananya di sini akan dibangun Terminal Penumpang dan Barang (cargo).

Bupati juga menyoroti isu yang berkembang di masyarakat dan media sosial bahwa ada pengungsi yang sulit tempat tinggal, sulit dapat makan, dan pakaian. Tapi ada laporan lain bahwa isu tersebut tidak benar. Karena itu, Bupati merasa harus berpegang pada data yang dikumpulkan tim gabungan.

“Hal-hal begitu yang harus kita data seakurat mungkin dan sejelas-jelasnya. Nanti Pak Sekda (Aser Mirip, SPd, M.Si) yang memimpin tim ini harus memberikan rasa aman pada masyarakat. Rakyat berhak mendapat perlindungan kemanusiaan, hak azasi manusia, kita harus tahu kalau orang tanya masyarakat dari Kampung Titigi kemana? Maka kita harus jelaskan dengan data bukan dengan ‘kata si anu ke sana’. Harus akurat,” imbuh Bupati seraya menginstruksikan seluruh PSN/ASN harus tetap aktif berada di tempat tugas.

Bupati bersama Danramil dan Kapolsek di Lapangan Terbang Sugapa.

Dalam pertemuan ini, Bupati juga meminta informasi dari berbagai pihak,  terutama dari Kadis Pendidikan Kabupaten Intan Jaya, Apolos Bagau, bahwa proses belajar mengajar diz sejumlah sekolah terganggu akibat dampak kontak senjata TNI/Polri dengan OPM. Misalnya di SD Ulapa, SDN Suanggama, SD Agisiga, SD Kulapa,  SD Titigi dan sebuah SMP, siswa yang hadir belajar hanya sekitar 10% dari jumlah keseluruhan siswa.

Menanggapi hal itu, Apolos berjanji akan mencari solusi supaya  proses belajar mengajar tidak terganggu. “Kami akan bekerjasama dengan pihak gereja, kalau dalam hal biaya atau keuangan kami akan minta bantuan ke pemerintah,” katanya.

Bupati meninjau kantor bupati dan menyoroti beberapa hal yang masih perlu diperbaiki, antara lain fasilitas parkir kendaraan.Beberapa tokoh masyarakat yang hadir dalam pertemuan pun mengajukan pertanyaan ke Kapolsek  Sugapa Ipda Mohamad Imran dan Danramil Sugapa Kapten Inf. Hengky S.

Kapolsek maupun Danramil menjamin akan melindungi dan mengayomi masyarakat karena hal itu adalah tugas yang diberikan negara kepada mereka.

“Kami ditugaskan negara untuk melindungi, mengayomi, memberi rasa aman,” imbuh Kapolsek Sugapa.

Selain menggelar pertemuan dengan unsur masyarakat, Bupati Intan Jaya juga meninjau beberapa lokasi pembangunan, antara lain kantor Bupati yang baru dibangun dan lapangan terbang Sugapa. (Om Yan)

News Feed