oleh

Waspada Virus Wuhan, Jutaan Orang di Cina Diisolasi

Beijing, Radar Pagi – Dunia internasional harus waspada dengan penyebaran virus Wuhan yang nama aslinya adalah virus 2019-nCoV, jenis baru dari coronavirus. Sebab, penderitanya tidak menunjukkan gejala demam, tiba-tiba saja meninggal dunia. Artinya, virus ini rentan terbawa turis tanpa terdeteksi di bandara.

Komisi Kesehatan Hubei, China, mengatakan pada hari Jumat (24/1/2019) bahwa tujuh orang lagi telah meninggal karena infeksi virus 2019-nCoV. Enam orang meninggal di Wuhan dan kematian lainnya terjadi di Yichang, yang berjarak sekitar 200 mil dari pusat penyebaran virus tersebut

Dari 24 orang yang meninggal di Hubei—provinsi tempat kota Wuhan berada—tujuh di antaranya memiliki gejala kesulitan bernapas, sesak dada, dan batuk.

“Jika virus ini dapat ditularkan tanpa menyebabkan demam, maka lebih mudah bagi infeksi untuk melakukan perjalanan global karena hanya dapat tetap di bawah radar untuk sementara waktu,” kata Ramanan Laxminarayan, direktur Centre for Disease Dynamics, Economics & Policy di Washington, DC, sebagaimana dikutip Bloomberg.

Komisi Kesehatan Hubei mengatakan ada 105 kasus baru, sehingga total di China ada 830 kasus, termasuk 495 kasus di Wuhan. Sebanyak 31 orang telah disembuhkan, meskipun banyak yang dirawat di rumah sakit dan kondisinya kritis.

Korban termuda adalah seorang pria berusia 36 tahun yang dirawat di rumah sakit pada 9 Januari setelah menderita demam dan kelelahan. Dia meninggal pada hari Kamis.

Di tempat lain di China, provinsi Guangdong selatan pada hari Jumat melaporkan ada 53 kasus virus 2019-nCoV yang dikonfirmasi, termasuk setidaknya satu anak berusia 10 tahun. Komisi Kesehatan Nasional China juga mengatakan telah terjadi kematian di provinsi Hebei meskipun komisi itu tidak memberikan rincian gejalanya.

China telah memberlakukan larangan bepergian di beberapa daerah yang terkena, yang pada dasarnya membuat jutaan orang diisolasi. Larangan bepergian tersebut sangat sulit dilakukan mengingat liburan Tahun Baru Imlek yang dimulai pada hari Jumat, membuat ratusan juta orang melakukan perjalanan ke kota asal mereka dalam migrasi terbesar manusia di planet ini.

Diketahui, virus ini telah menyebar ke berbagai tempat termasuk Amerika Serikat dan Hong Kong, yang memicu ingatan akan pandemi SARS pada tahun 2003 yang menewaskan hampir 800 orang. (viktor)

 

 

 

 

 

News Feed