oleh

Jet Tempur Israel Terendam Banjir

Tel Aviv, Radar Pagi – Angkatan Udara (AU) Israel atau IAF mengakui kesalahannya karena tidak memindahkan seluruh jet tempur dari hanggar bawah tanah menjelang hujan lebat pekan lalu. Hujan itu memicu banjir bandang yang menyebabkan delapan unit pesawat jet tempur F-16 Sufa rusak.

Menurut seorang perwira senior IAF, 50 juta liter air hujan membanjiri Pangkalan Udara Hatzor di wilayah selatan mulai pukul 05.00 pagi sampai jam 05.30 pagi hari Kamis lalu. Banjir bandang juga menerjang landasan pacu pesawat terbang dan dua hanggar bawah tanah.

Laporan Channel 12 dilansir sindonews menyebutkan ketinggian banjir mencapai 1,5 meter di dalam hanggar. Beberapa mekanik perlu diselamatkan.

“Pada pukul 05.00 pagi, Kamis, pangkalan kering, tetapi dalam waktu setengah jam pangkalan itu dibanjiri dengan 50 juta liter air,” kata perwira IAF yang tak disebutkan namanya. “Air itu bahkan menyebabkan dinding beton runtuh.”

Delapan jet tempur F-16 Sufa rusak oleh banjir, lima di antaranya rusak ringan dan tiga lainnya rusak signifikan. “Kami salah jika tidak mengevakuasi hanggar itu,” katanya. “Itu kesalahan, dan kami akan menyelidiki kejadian itu dan belajar pelajaran untuk memastikan itu tidak terjadi lagi.”

IAF mengklaim pangkalan dan skuadron kembali ke tugas operasional pada hari Minggu. Setiap pesawat yang rusak diharapkan akan diperbaiki dan kembali ke tugas operasional minggu depan.

“Meskipun merusak pesawat, banjir tidak merusak kemampuan operasional Angkatan Udara,” imbuh perwira IAF tersebut, seperti dikutip Jerusalem Post, Selasa (14/1/2020).

Laporan awal menyebutkan nilai kerusakan jet-jet tempur F-16 itu diperkirakan mencapai puluhan juta shekel, namun perwira tersebut mengatakan kurang dari itu.

Israel telah dilanda dua badai musim dingin yang parah dan mematikan minggu lalu yang menyebabkan banjir besar di seluruh negeri. Setidaknya enam orang tewas, termasuk pasangan muda yang tenggelam dalam lift yang mengalami hubungan arus pendek di Tel Aviv. Beberapa lainnya kehilangan nyawa ketika mobil mereka tersapu oleh badai di wilayah utara dan selatan.

Hangar jet-jet tempur Israel terletak di sebelah dua sungai, dan curah hujan akhir pekan lalu menyebabkan kedua sungai meluap. Sementara pangkalan udara telah dilanda banjir dua kali sebelumnya, yakni pada 2013 dan 2015. “Hujan yang membanjiri pangkalan seperti yang belum pernah kita alami di masa lalu,” papar perwira IAF.

IAF bersiap untuk menghadapi badai di pangkalan-pangkalan di seluruh negeri, dengan memprioritaskan keselamatan manusia serta peralatan, pesawat terbang dan infrastruktur operasional.

Setelah beberapa hari berusaha menyensor berita, IAF mengakui pada hari Minggu malam bahwa beberapa pesawat telah rusak. Dua foto yang belum dikonfirmasi dari tempat kejadian menunjukkan jet tempur F-16 dalam kondisi teredam banjir di hanggar. (mas/red)

News Feed