oleh

Pasca Kaburnya Ghosn, Jepang Perketat Prosedur Imigrasi

Tokyo, Radar Pagi – Pemerintah Jepang akan memperketat langkah-langkah imigrasi negara itu. Langkah ini diambil setelah mantan bos Nissan, Carlos Ghosn  kabur dari Jepang. Ini adalah tanggapan resmi pertama yang dilontarkan Pemerintah Jepang pasca kaburnya Ghosn.

Menteri Kehakiman Jepang, Masako Mori mengatakan, kepergian Ghosn “tampaknya ilegal” dan sangat disesalkan. Ia menambahkan, tidak ada catatan Ghosn meninggalkan negara itu. Mori berjanji akan melakukan penyelidikan menyeluruh dan mengatakan pihak berwenang telah mengeluarkan pemberitahuan internasional untuk penangkapannya.

“Saya telah menginstruksikan Badan Layanan Imigrasi untuk berkoordinasi dengan agen terkait untuk lebih memperketat prosedur keberangkatan,” kata Mori, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (5/1). Ia menambahkan, pelepasan jaminan Ghosn tidak dibenarkan dan bahwa pengadilan telah mencabut jaminannya.

Secara terpisah, jaksa mengeluarkan pernyataan membela sistem peradilan Jepang. Masih belum jelas apa yang mungkin dilakukan Jepang untuk membawa Ghosn kembali. Jepang memiliki perjanjian ekstradisi hanya dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan, yang berarti mungkin sulit untuk mengembalikan Ghosn dari Libanon.

Libanon sendiri menyatakan telah menerima surat perintah penangkapan Interpol untuk Ghosn. Dikatakan, Ghosn memasuki negara itu secara legal. Seorang pejabat senior keamanan Libanon mengatakan belum jelas apakah Ghosn akan dipanggil untuk ditanyai atas surat perintah itu, tetapi menambahkan bahwa Libanon tidak mengekstradisi warganya.

The Wall Street Journal telah melaporkan, Ghosn menyelinap keluar dari Jepang dengan menumpang jet pribadi yang disembunyikan dalam kasing besar berwarna hitam, yang biasanya digunakan untuk membawa perlengkapan audio. Dia didampingi oleh sepasang pria dengan nama yang cocok dengan kontraktor keamanan Amerika, kata surat kabar itu, mengutip orang-orang yang akrab dengan investigasi dalam pelarian itu. (esn)

News Feed