oleh

Salju di Puncak Carstensz Papua Bakal Hilang dalam Satu Dekade

-Anehsiana-12 views

Jakarta, Radar Pagi – Kabar menyedihkan datang dari Puncak Carstensz. Dalam waktu 1 dekade (10 tahun) ke depan, lapisan gletser alias salju di sana diprediksi akan mencair seluruhnya.

Puncak Carstensz atau Piramida Carstensz atau Puncak Jaya, adalah satu-satunya gunung bersalju yang ada di Indonesia. Terletak di daratan tinggi barat tengah Papua, yang masuk ke dalam wilayah Kabupaten Intan Jaya.

“Gletser  Puncak Jaya, Papua, Indonesia, gletser tropis terakhir di Pool Hangat Pasifik Barat, baru-baru ini mengalami laju kehilangan lapisan es yang cepat dan peningkatan laju penipisan 5,4 kali lipat,” tulis hasil studi terbaru yang diterbitkan pada awal pekan ini di Prosiding National Academy of Sciences, dikutip dari media Rusia, Sputnik, Sabtu (14/12/2019).

Menurut Lonnie Thompson, salah satu penulis studi tersebut, ketinggian rendah gletser Papua memastikan bahwa mereka akan menjadi yang pertama menghilang.

Donaldi Permana, penulis lain dalam penelitian ini, mencatat bagaimana mencairnya gletser tropis merupakan cerminan langsung kenaikan suhu akibat pemanasan global.

“Gletser tropis sebagian besar lebih kecil, sehingga waktu respons mereka terhadap variasi perubahan iklim lebih cepat dibandingkan gletser dan lapisan es yang lebih besar,” jelas Permana.

Faktanya, gletser di Papua diyakini telah berkurang sekitar 85% selama beberapa dekade terakhir, demikian AFP melaporkan. Adapun studi teranyar oleh National Academy of Science mencatat luas gletser yang dulu terhampar seluas 2.000 hektar menyusut menjadi kurang dari 100 hektar.

Para peneliti juga mencatat laju penurunan es yang meningkat menjadi lima kali lipat lebih cepat hanya dalam beberapa tahun terakhir.

“Situasinya sudah mencapai level yang mengkhawatirkan, karena pembentukan es tidak lagi terjadi, hanya penurunan gletser,” kata Permana. “Gletser-gletser ini terancam punah dalam satu dekade atau bahkan lebih cepat,” imbuhnya.

Penyusutan gletser juga telah diperburuk oleh fenomena El Nino, yang menyebabkan suhu lebih hangat dan curah hujan berkurang. Sebab itu, untuk memperlambat pencairan es di Papua, perlu ada langkah nyata dari semua pihak dalam menangai perubahan iklim.

“Mengurangi emisi gas rumah kaca dan menanam lebih banyak pohon mungkin dapat memperlambat resesi es di Papua,”  tegas Permana. “Tapi kami yakin akan sangat sulit untuk menyelamatkannya dari kepunahan.” (Yandrilla)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed