oleh

Di Era Digital, Madrasah Ibtidaiyah di Sukoharjo Gunakan ARD untuk Cetak Rapor

-Pendidikan-10 views

Sukorharjo, Radar Pagi – Pesatnya perkembangan teknologi harus diikuti oleh semua orang, tidak terkecuali di dunia pendidikan. Hal inilah yang dilakukan oleh Bidang Pengembangan SDM Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (K3MI) dengan menggelar sosialisasi aplikasi rapor digital (ARD) bagi guru MI se-kabapaten Sukoharjo.

Kegiatan yang diikuti sedikitnya 300 peserta yang terdiri guru, kepala madrasah, dan operator madrasah ibtidaiyah se-Kabupaten Sukoharjo  dilaksanakan pada Selasa (10/12/2019) bertempat di Graha PGRI Sukoharjo dan dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo.

Ketua Panitia, Widodo, menjelaskan pada laporan yang dibacakan bahwa ARD merupakan sistem aplikasi rapor yang dibangun oleh Direktorat Pendidikan Islam yang bisa menghimpun data peserta didik seluruh Indonesia.

Menurutnya, penilaian hasil belajar merupakan komponen penting yang dilakukan melalui penilaian harian, penilaian akhir semester, serta penilaian akhir tahun. Sedangkan satuan pendidikan dan pemerintah juga melakukan penilaian melalui ujian madrasah dan ujian nasional.

“Penilaian sekarang harus dilakukan secara cepat, tepat, akurat, dan efisien. Maka dengan adanya kegiatan sosialisasi ARD diharapkan dapat memberikan pengetahuan dalam menilai sehingga terlaksana secara efisien,” kata Widodo yang juga menjabat Ketua K3MI.

Sementara itu, pada sambutannya KaKankemenag Sukoharjo, Ihsan Muhadi, mengapresiasi kegiatan sosialisasi ARD yang dilaksanakan. Menurutnya, guru mempunyai tanggung jawab evaluasi terhadap proses belajar mengajar yang dilaksanakan mulai tahun ajaran baru sampai tahun ajaran berikutnya.

“Buku rapor dahulu ditulis secara manual, tetapi sekarang sudah dilucurkan aplikasi yang bermanfaat dan dapat menyimpan dokumen data jika dibutuhkan bisa cepat dan akurat,” jelasnya.

Selanjutnya Ihsan Muhadi juga mengungkapkan bahwa pemerintah sudah memberi layanan baru dalam penilaian yang bisa dipertanggungjawabkan secara akurat. Ia berharap semua madrasah ibtidaiyah termasuk guru mulai bersamaan menggunakan ARD, tidak ada yang tertinggal dan kesulitan.

“Saya berharap ARD bisa terpakai dengan baik dan memberikan hasil laporan kepada anak dengan baik. Selalu tingkatkan kemampuan karena orang tua sudah menitipkan anaknya supaya memperoleh kecerdasan dan akhlak yang baik,” ujarnya.

Masih dengan Ihsan, tugas guru tidak semakin ringan tetapi justru semakin cepat, maka harus menjaga kebersamaan supaya memberikan pelayanan sehingga orang tua memberi apresiasi terhadap madrasah.

“Secara kuantitas dan kualitas, madrasah ibtidaiyah sama dengan lainnya. Madrasah sekarang harus menjadi tujuan orang tua menitipkan putra putrinya,” tandasnya. (pry)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed