oleh

Balita Tewas Tanpa Kepala, Ortu Tuntut PAUD Jannatul Athfaal Dipidana

Samarinda, Radar Pagi – Orang tua Yusuf Ghazali (4) meminta polisi mempidana pemilik PAUD Jannatul Athfaal di Samarinda, Kaltim, atas dugaan kelalaian. Ortu tak terima balita Yusuf yang dititipkan menghilang 2 minggu dan ditemukan tewas tanpa kepala.

Ayah Yusuf, Bambang Sulistyo mengatakan, pihaknya tidak terima dengan cara kerja day caretersebut. Pasalnya, orang tua tidak percaya dengan pengakuan Paud yang mengatakan Yusuf hilang berselang 5 menit dari pengawasan.

“Saya bapaknya, saya berencana untuk menggugat PAUD tersebut ke ranah pidana karena lalai menjalankan tugasnya menjaga anak didiknya,” kata ayah Yusuf, Bambang, saat diwawancara di kediamannya, Jl Gunung Lingai, Samarinda Utara, Kaltim, (9/12/2019).

Menurut Bambang, tujuan dia menitipkan Yusuf di PAUD tersebut untuk mendidik Yusuf. Selama ini, kata dia, Yusuf kesulitan berbicara. Dia berharap di PAUD tersebut Yusuf bisa cepat beradaptasi dan belajar berkomunikasi dengan teman-temannya.

“Dititipkan di sana bukan karena kami bekerja. Dia di sana karena untuk pendidikan. Dia kan memang kesulitan berbicara, jadi sekolah agar bisa berkomunikasi dengan teman-temannya” kata Bambang.

Untuk itu, pihaknya akan meminta pertanggungjawaban pihak sekolah melalui jalur pidana. Dia berharap kejadian ini tak akan menimpa anak-anak yang lain.

“Ini lalai, jadi bukan perdata Ini pidana,” pungkasnya.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Damus Asa mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan atas temuan balita tanpa kepala di parit yang lokasinya 4,5 km dari PAUD tempat penitipan. Polisi menyelidiki dugaan kelalaian. Bila ada unsur kelalaian, tentu pengelola PAUD bisa dipidanakan.

Sebelumnya, balita Yusuf Ahmad Ghazali ditemukan tewas tanpa kepala di parit (kali kecil) di Jl Antasari pada pukul 05.30 Wita, Minggu (8/12).Kota Samarinda, Kaltim.

Balita Yusuf dititipkan orang tuanya pada 22 November di Day Care (penitipan anak) yang juga merangkap Paud di Jl AW Syahranie, Samarinda. Sekitar pukul 15.00 Wita, Yusuf bermain di ruang jaga bersama 6 orang anaknya. Ada dua orang yang menjaga bersama kepala sekolah Mardiana, sehingga total ada 3 pengawas di ruang tersebut.

Sore itu, salah seorang guru meninggalkan para balita untuk ke toilet. Sementara kepala sekolah pergi ke dapur membuat susu untuk salah seorang anak yang menangis. Hanya berselang menit, balita Yusuf dikatakan menghilang.

Kepala Sekolah PAUD, Mardiana, menyebut kondisi pagar saat itu tertutup. Hanya pintu kantor yang menghubungkan dengan ruang tempat bermain balita Yusuf yang terbuka.

“Semua tertutup rapat pagar juga tertutup,” ujar Mardiana. (dtc/red)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed