oleh

Amien Rais: Aneh Usulan Presiden 3 Periode, Projo: 5 Periode Juga Kami Mau

Jakarta, Radar Pagi – Politisi uzur Amien Rais menyinggung wacana masa jabatan presiden selama 3 periode. Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) itu merasa aneh ada usulan jabatan presiden 3 periode.

“Ada yang usul kalau perlu 3 periode. Ini aneh menurut saya, kalau tiga periode lolos, nanti pasti mengapa tidak 5 sekalian biar hebat,” ujar Amien saat memberikan pengarahan kepada seluruh anggota fraksi PAN DPRD se-Indonesia, di Redtop Hotel, Pecenongan, Jakarta Pusat, Senin (9/12/2019).

Amien menyebut ledekan temannya soal DNA kultus individu yang masih dianut di Indonesia, misalnya Suharto yang bisa menjadi presiden selama 32 tahun.

“Pak Harto jadi presiden 32 tahun, sehingga orang barat mengatakan ‘Amien Rais, I think the DNA of your nation is not freeman’,” katanya.

Amien bercerita bahwa saat Presiden Sukarno lengser, banyak pihak tak ingin lagi memuja kepribadian seorang pemimpin. “Waktu itu teman-teman akademisi, tokoh-tokoh intelektual, wartawan mengatakan ‘kita moh (tidak mau) kultus individu, sudahlah kita tidak mau lagi kultus individu, masak Bung Karno dikatakan seumur hidup sebagai presiden bangsa yang betul-betul agak t-o-l-o-l,” ujarnya.

Namun saat ini, kata Amien, DNA kultus individu muncul kembali. Dia menyebut pertanda itu ada pada wacana jabatan presiden 3 kali periode.

“Sekarang ini DNA itu akan muncul lagi,” katanya.

Projo: 5 Periode Juga Mau

Sebelumnya, Ketua Umum organisasi relawan Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi mengatakan, pihaknya mendukung keinginan Presiden Joko Widodo yang hanya ingin menjabat untuk dua periode sesuai konstitusi yang berlaku saat ini. Namun Projo juga tak keberatan jika Jokowi menjabat lebih dari dua periode.

“Soal masa jabatan Presiden, kami juga mendukung penuh keinginan Bapak Jokowi untuk hanya dua periode. Walaupun dalam hati kecil kami, jangankan tiga periode, lima periode juga kami mau,” kata Budi Arie saat membuka Kongres 2 Projo di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (7/12/2019) silam.

Dalam kesempatan itu, Budi Arie juga menegaskan Projo mendukung Presiden tetap dipilih langsung oleh rakyat, bukan melalui MPR. Ia keberatan dengan sejumlah pihak yang mengusulkan pilpres tak langsung.

“Pemilihan presiden dipilih lembaga tinggi negara betul-betul merampas kebebasan rakyat. Itu sama saja menghina Pak Jokowi sebagai pemimpin rakyat dan menghina kita semua,” kata Budi Arie.

Jokowi: Usulan 3 Periode Ingin Jerumuskan Saya

Presiden Jokowi sebelumnya menegaskan ia tak setuju dengan usul masa jabatan Presiden diperpanjang menjadi tiga periode. Ia pun curiga pihak yang mengusulkan wacana itu justru ingin menjerumuskannya.

“Kalau ada yang usulkan itu ada tiga (motif) menurut saya: ingin menampar muka saya, ingin cari muka, atau ingin menjerumuskan. Itu saja,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/11/2019) silam.

Jokowi menegaskan sejak awal ia sudah menyampaikan bahwa dirinya adalah produk pemilihan langsung berdasarkan UUD 1945 pasca reformasi.

Sehingga, saat ada wacana untuk mengamandemen UUD 1945, Jokowi sudah menekankan agar tak melebar dari persoalan haluan negara.

Adapun usul masa jabatan Presiden tiga periode ini pertama kali disuarakan oleh Fraksi Nasdem, salah satu parpol pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres kemarin yang belakangan tampaknya justru berbalik arah mulai menjauh dari Jokowi. (rian)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed