oleh

11 Pesan Kepala Kankemenag Sukoharjo Kepada Anggota PGRI Ranting Khusus  

Sukoharjo, Radar Pagi – “Hidup Guru”, “Hidup Solidaritas”, “Yes”. Itulah yel-yel yang diucapkan seluruh anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ranting Khusus Kecamatan Sukoharjo dipandu oleh T. Istanto dalam pertemuan rutin sekaligus pembinaan pada Senin (9/12/2019) di RM Lembah Manah Sukoharjo.

Perlu diketahui sebelumnya bahwa PGRI Ranting Khusus merupakan PGRI Ranting Khusus merupakan persatuan guru di lingkungan Kementerian Agama. Kegiatan tersebut dihadiri sedikitnya 200 guru dan juga Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo, Ihsan Muhadi, untuk memberikan pembinaan.

Istanto sebagai Ketua PGRI Cabang Khusus Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo juga menjelaskan bahwa Sekarang ini keanggotaan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) bisa dilayani secara online. Mulai pendaftaran keanggotaan hingga iuran bulanan bisa diakses langsung melalui jaringan online yang tersedia.

Pada pertemuan tersebut, Ia juga menjelaskan bahwa sekarang terdapat Dana Setia Kawan yang dikelola PGRI. Dana tersebut dihimpun dari iuran anggota secara sukarela yang laporannya bisa dipantau secara online.

“Hanya di Jawa Tengah dana setia kawan dan diberikan kepada anggota PGRI yang meninggal sebelum pensiun atau yang sudah pensiun tetapi ingin berhenti dari anggota PGRI,” jelasnya.

Sementara itu, pembinaannya, Ihsan Muhadi mengajak anggota PGRI ranting Khusus untuk memiliki integritas tinggi. Ia juga mengajak semua yang hadir untuk mengucapkan yel-yel sebagai inspirasi semangat kerja.

“Guru itu harus menguatkan budaya kerja dengan memiliki 4 kompetensi yakni pedagogik, professional, kepribadian, dan sosial. Semuanya penting dan saling berkaitan untuk mewujudkan guru berintegritas,” tandas Ihsan Muhadi.

Lebih lanjut Ia berpesan supaya guru mengingat 11 hal darinya yakni, sebagai orang hebat mulia harus memiliki pribadi yang jujur dengan mempunyai akidah yang selamat, memiliki kesahihan beribadah, akhlaq mulia, fisik yang sehat, intelektual dalam berpikir, serta kuat menahan hawa nafsu.

“Guru mempunyai tanggung jawab yang besar karena mengawali menanamkan akhlaq anak-anak yang dititipkan maka harus disiplin menjaga waktu, teratur dalam setiap urusan, mandiri, memberi kemanfaatan, serta menjaga kebersamaan,” imbuhnya menutup pembinaan. (prynt)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed