oleh

Sikat Kamboja 4-0, Vietnam Bertemu Timnas Garuda di Final SEA Games 2019

Manila, Radar Pagi – Kesebelasan Vietnam akhirnya menjadi lawan Timnas Garuda Muda U-23 di babak final Sea Games 2019 yang akan berlangsung di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Selasa (10/12/2019) depan.

Vietnam lolos ke final usai mengalahkan Kamboja 4-0 dalam laga semifinal yang berlangsung di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Sabtu malam. Sementara Indonesia terlebih dahulu memastikan tempat di final setelah mengalahkan Myanmar dengan skor 4-2 pada babak empat besar, Sabtu (7/12/2019) sore.

Tiga gol Vietnam dalam pertandingan melawan Kamboja diborong oleh Ha Duc Chinh dan satu lainnya dibuat oleh Nguyen Tien Linh. Hal ini melambungkan Ha Duc Chinh untuk sementara menjadi pencetak gol terbanyak di SEA Games 2019 bersama penyerang Indonesia Osvaldo Haay dengan delapan gol.

Sebelum laga final SEA Games 2019, akan dilaksanakan perebutan tempat ketiga SEA Games 2019 mulai pukul 16.00 waktu Manila atau 15.00 WIB, yang mempertemukan Myanmar versus Kamboja.

Indonesia terakhir menjadi juara sepakbola SEA Games pada tahun 1991. Kebetulan. saat itu SEA Games juga berlangsung di Manila.  Saat itu, timnas ditangani pelatih Rusia Anatoli Polosin dengan asisten pelatih Vladimir Urin, dan Danurwindo.

Pada saat itu, belum diterapkan kebijakan mewajibkan kepada setiap negara menurunkan para pemain U-23 untuk SEA Games. Namun tangan dingin Anatoli Polosin tetap menyertakan para pemain muda yang belum melewati usia 23 tahun, misalnya Aji Santoso, Widodo Cahyono Putro, dan Rochi Putiray.

Indonesia akhirnya menang 4-3 atas Thailand lewat adu pinalti. Kemenangan itu sendiri tak diduga banyak pihak lantaran timnas Indonesia tampil tanpa beberapa pemain bintang, seperti Fachry Husaini, Ansyari Lubis, dan Eryono Kasiha. Mereka mengundurkan diri saat pelatnas berlangsung lantaran tidak kuat dengan latihan fisik yang diwajibkan pelatih.

Seperti umumnya pelatih-pelatih negeri Komunis lainnya, Anatoli Polosin yang meninggal pada tahun 1997 di Moskow itu memang menerapkan standar latihan fisik sangat berat bagi para pemain. Tapi lantaran fisik prima itu pulalah, timnas Indonesia mampu menahan imbang Thailand 0-0 hingga akhirnya menenag lewat adu pinalti. (yogie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed