oleh

Puisi-puisi Rudi Santoso

DOA MENJADI CARA YANG PALING PUITIS MENDOAKANMU DALAM RIAK RINDU

: Untuk ibu di kampung halaman

 

Kini musim hujan yang sudah kesekian kalinya

Aku tidak bisa menikmati aroma tanah denganmu

Dingin hujan telah membosankan

Untuk dinikmati di perantauan

Pada suara hujan

Aku membayangkan tentang rindumu

Yang kau selipkan dalam doamu

Serta keikhlasanmu yang sabar dalam setiap detak waktu

Menunggu kepulangan anaknya dalam mengapai cita dan harapan

 

Ini sudah hujan kesekian kalinya aku tidak menatapmu

Serta memelukmu dengan tawa yang dekat

Jarak masih memisahkan kita untuk sering bersua

Diantara dingin hujan dan hangatnya kopi

Maka doa kujadikan sebagai perawat rindu

Untuk mendoakan kesehatan dan umur yang panjang untukmu

 

AZIIMAT IBU

Ia yang tabah dalam setiap perihal yang menyakitkan

Diam dalam luka

Menyendiri dalam air mata

Aku berseru pada hati

Tidak tahan melihatnya tanpa henti

 

Ibu memberi azimat kepada kehidupan siapa pun

Tentang kesabaran dan ketabahan

Dengan Tuhan sebagai muara atas segalanya

2019

 

MERAHASIAKAN SEGALA LUKA KECUALI TAWA

Sepasang kekasih tidak berani merahasiakan luka

yang mereka dapatkan dari cinta

Luka yang ia rahasiakan akan menyiksanya

dan ibu telah berani terluka dengan merahasiakan luka

kecuali tawa

 

DI MATAMU AKU MELIHAT SEMUA TENTANG KEHIDUPAN ORANG-ORANG LUKA, AIR MATA, KEBAHAGIAN SERTA SEGALANYA

Orang-orang gelisah

Tentang kehidupan yang tidak pernah memberikan warna kebahagiaan

Mereka menangisi kehidupannya dengan perjuangan-perjuangan yang hanya membuatnya lelah

Bagiku, itu kabar buruk yang sema sekali tidak perlu digelisahkan bahkan disesalkan

Di matamu, ibu

Aku telah melihat segala kegelisahan orang orang-orang itu

Dan aku tidak perah pernah melihat kekesalan dan air mata

Yang membuatmu harus tersungkur dalam keputusasaan

Atau kamu tidak ingin memperlihatkan itu

Agar aku tidak menjadi orang lemah dan penuh gelisah dalam kehidupan

Yang penuh dengan tentangnya dan perjuangan

 

Ada pula cintanya seseorang yang tidak pernah tabah dalam rindu

Mereka selalu mempersoalkan tentang rindu yang sulit bertemu

Sedangkan tidak ada kekuatan rindu dari seorang ibu kepada anaknya

Dan rindu seorang anak kepada ibunya

Aaaaahhh

 

DOA IBU

Aku telah tumbuh besar

Dari air susu, doa, dan peluhmu

Sembilan bulan di kandungmu

Aku melihat kesakitan

Yang tidak pernah kau ceritakan

Kepada siapapun

Kecuali pada doa-doa

 

Puluhan tahun

Aku hidup dalam peluh dan doamu

Tumbuh besar untuk membalas kasihmu

Menggantikanmu sebagai orang yang tangguh

Tanpa keluh, tanpa lesu

Peluhmu ibu

Adalah gairahku

Menjadi yang gagah

 

Doamu ibu

Adalah ketenangan

Menemukan arah tujuan

 

Rudi Santoso, lahir di Sumenep, Madura. Menamatkan pendidikan S1 Sosiologi  di Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Alumni Pondok Pesantren Banyuanyar Pamekasan Madura ini beberapa puisinya telah tersiar di media cetak lokal dan nasional. Nominasi 30 besar cipta Puisi Tingkat Asia Tenggara UNS 2017. Buku Puisi Tuggalnya “Kecamuk Kota” (Halaman Indonesia).

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed