oleh

Guru Pria yang Nafsu Minta 18 Siswa Onani Ternyata Sudah Beristri

-Hukum-20 views

Kab. Malang, Radar Pagi – Baru-baru ini, publik digemparkan dengan tindakan pencabulan yang dilakukan guru BK berinisial CT (38) terhadap 18 muridnya. Peristiwa itu terjadi di lingkungan SMPN di Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

CT pun ditangkap oleh Jajaran Polres Kab. Malang karena adanya laporan dari korban.

Pelaku dijerat Pasal 82 Ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun.

Karena pelaku merupakan oknum guru, ancaman hukuman ditambah sepertiganya menjadi 20 tahun penjara.

Diketahui, CT mengelabui siswanya dengan dalih sedang melakukan penelitian tentang kenakalan remaja. Dia pun meminta beberapa siswa menjadi obyek penelitian secara sukarela. Ternyata siswanya malah disuruh telanjang dan diminta melakukan onani da nada juga dia sendiri yang melakukan onani kepada siswanya.

Kapolres Kabupaten Malang  AKBP Ujung Setyawan Ujung SH S.I.K Msi mengatakan, modus yang dilakukan pelaku adalah dengan menyuruh para siswa secara bergantian masuk ke ruang Bimbingan Konseling (BK) usai jam pulang sekolah. Di sana, para siswa diminta untuk melakukan onani sebagai sampel uji kenakalan remaja.

“Jadi secara bergantian siswa tersebut melakukan perbuatan tersebut, dan perbuatan tersebut di lakukan semenjak tahun 2017,” ujar Kapolres dalam konferensi pers di Mapolres Malang, Sabtu (7/12/2019).

Kasus itu terungkap setelah ada seorang korban mengadu ke orangtuanya terkait perbuatan CH. Orangtua siswa lalu berkoordinasi dengan guru yang ditindaklanjuti dengan mengumpulkan 18 siswa yang jadi korban.

Setelah itu kasusnya dilaporkan ke polisi pada 3 Desember 2019. Polisi kemudian menyelidikinya dengan memeriksa saksi-saksi serta mendatangi tempat kejadian.

“Pelaku mengarah ke CH ini, lalu dilakukan penyelidikan. Namun yang bersangkutan tidak pulang di rumahnya di Kepanjen sejak 3 Desember,” kata Kapolres.

Setelah dicari, polisi akhirnya menemukan dan menangkap CH di daerah Turen, pada Jumat 6 Desember 2019 kemarin sore.

Pelaku CH yang telah memiliki seorang istri dan seorang anak mengaku perbuatan itu dilakukan karena dirinya mempunyai hasrat seksual ke sesama laki – laki. “Punya hasrat seksual (ke laki-laki) sejak usia 20 tahun,” ujar CH saat ditanya wartawan. (Med)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed