oleh

Jangan Dimakan Mentah, Cacing Pita Menempel di 2 Sayuran Ini

Jakarta, Radar Pagi – Cacing pita adalah parasit yang sangat berbahaya bagi manusia. Dengan panjang bisa mencapai bermeter-meter, cacing pita akan menyerap sebagian besar nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Cacing ini juga terkenal sering bermigrasi ke bagian lain di dalam tubuh. Bukan cuma bermukin di usus, dia bisa jalan-jalan sampai ke otak.

Celakanya, telur dan cacing pita bayi berukuran kecil yang tertelan masuk ke dalam tubuh, tidak bisa dihancurkan oleh sistem percernaan, karena mereka akan menempel di dinding usus.

Lalu apa saja gejala tubuh kita terinfeksi cacing pita? Ada beberapa gejala yang menandakan usus sudah terinfeksi cacing pita, di antaranya sering merasa mual, nafsu makan berkurang, diare, nyeri perut pada bagian atas, dan tubuh merasa lemah, letih dan lesu.

Sejauh ini cacing pita diketahui banyak terdapat pada daging babi dan dikenal dengan nama Taeni Solium. Ironisnya, sejak ratusan tahun lalu hampir tidak pernah didengar ada kasus manusia terjangkit cacing pita karena makan daging babi. Hal ini dikarenakan memang tidak pernah ada menu daging babi setengah matang. Sejak dulu, manusia selalu mengkonsumsi daging babi dalam keadaan matang setelah dimasak cukup lama.

Manusia terjangkit cacing pita sebagian besar justru dari hewan lain, seperti ikan. Kebiasaan makan ikan mentah ala Sashimi menjadi salah satu sebab infeksi parasit ini. Lalu kegemaran makan daging setengah matang, seperti steak atau sate yang dibakar setengah matang juga jadi penyebabnya.

Tapi sekarang diketahui bahwa sayuran juga bisa menjadi media masuknya cacing pita ke dalam tubuh manusia. Sayuran yang dimaksud adalah sayuran yang kurang dicuci bersih dan dimakan mentah (lalapan).

Penelitian yang dilakukan Times of India menyatakan bahwa sayuran yang dikonsumsi mentah berpotensi mengandung cacing pita di dalamnya. Hampir semua sayuran terdapat cacing menempel, namun dua sayuran ini menyimpan cacing pita paling jahat.

Kedua sayuran paling berbahaya, yaitu kubis/kol dan kembang kol. Struktur sayuran yang berlapis-lapis membuat keduanya susah dibersihkan. Saat dicuci, kita cenderung hanya mencuci bagian luarnya saja. Dengan demikian, telur dan cacing pita berukuran sangat kecil yang berada di lapisan dalamnya tidak ikut terbilas air.

Kembang kol biasanya dimasak hingga matang, hingga resiko penularannya menjadi kecil. Hal ini juga berlaku pada brokoli yang biasanya dimasak dulu sebelum dikonsumsi. Tapi kubis atau kol sering dikonsumsi mentah oleh masyarakat Indonesia. Hal itu ternyata sangat berbahaya. Jadi mulai sekarang, hindari lalapan sayur kol. (maria)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed