oleh

Ketum APPSINDO Hasan Basri Desak Wagub DKI Segera Diisi

Jakarta, Radar Pagi – Ketua Umum Aliansi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (KETUM APPSINDO) Drs. H.Hasan Basri SH.MH menilai kekosongan jabatan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta harus jadi perhatian seluruh pemangku kebijakan di DKI Jakarta, mengingat posisi wagub sangat diperlukan untuk membangun kebijakan publik yang lebih baik.

“Gubernur Anies Baswedan tidak mungkin menangani semua kebijakan di DKI Jakarta, karena sekarang ini DKI Jakarta sangat rawan di segala bidang, maka sudah seharusnya Anies berbagi kekuasaan dengan wakil gubernur,” ujar Hasan Basri di kantor APPSINDO, Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, beberapa saat lalu.

Hasan berpendapat lowongnya jabatan wagub akan berdampak negatif dalam pembangunan, di samping kekuatan tunggal di bawah Gubernur Anies Baswedan bisa mengarah ke pemerintahan otoriter yang dapat merugikan masyarakat Jakarta.

Hasan juga mensinyalir upaya mengkerdilkan atau bahkan mematikan pergerakan politik Anies Baswedan dengan cara-cara yang tidak elegan, yaitu dengan memberikan kekuasaan tunggal kepadanya dalam memimpin DKI Jakarta. Hal ini akan jadi preseden buruk buat karir politik Anies ke depannya. Sebab itu, dia mendesak Anies untuk pro aktif mencari pendamping.

“Seharusnya Pak Anies Basawedan lebih serius dan proaktif meminta keberadaan wakil gubernur sebagai pendamping karena kekosongan Wagub DKI sudah mendapat sorotan masyarakat Jakarta,” tegasnya.

Terkait polemik tarik-menarik di wilayah politik DPRD DKI Jakarta yang menyebabkan kekosongan jabatan wagub, Hasan menegaskan hal itu bila terus dibiarkan pada akhirnya juga akan memperburuk citra DPRD DKI.

Menurut dia, warga Jakarta akan menilai bahwa politisi Kebon Sirih atau DPRD DKI Jakarta tidak lagi berpihak kepada rakyat kalau terus membiarkan kekosongan wakil gubernur.

“Yang saya khawatirkan akan terjadi politik dagang sapi yang indikasinya semakin banyak penyimpangan di dalam penyerapan anggaran,” katanya.

Hasan bersama APPSINDO pun mengusulkan jabatan Wakil Gubernur DKI Jakarta bisa diisi oleh 2 atau 3 orang, seperti di era Gubernur Ali Sadikin atau sesudahnya. Hal itu, kata Hasan, ada dasar yurispridensi yang bisa dijadikan dasar hukumnya.

“Kami selaku pengurus dan seluruh anggota APPSINDO terus mendorong  kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan DPRD DKI Jakarta untuk segera menentukan beberapa nama yang akan menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta, tentunya dengan kriteria  pro terhadap rakyat,” pungkasnya. (yon)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed