oleh

Demi Mengayomi Masyarakat, Bripka Samsul Tak Segan Berteman dengan ODGJ

Kab. Malang Radar Pagi – Bripka Samsul selaku Kasihumas Polsek Bantur Polres Malang menyadari benar perannya sebagai salah seorang pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

Karena itu, dengan hati tulus dan ikhlas, Bripka Samsul berusaha semaksimal mungkin membantu warga binaannya yang sedang membutuhkan pertolongan.

Salah satunya adalah Mariadi (51), ODGJ (orang dengan gangguang jiwa) yang tinggal di Ds. Wonorejo Rt. 05/02 Kampung asri Kecamatan Bantur Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Mariadi diketahui mengalami  gangguan jiwa sejak usia 20 tahun gara-gara masalah utang piutang.

“Dia pernah melakukan percobaan bunuh diri sekitar tahun 1999,  dan melakukan perilaku kekerasan pada orang di sekitarnya,” ujar Bripka Samsul yang dikenal murah senyum ini.

Namun, kata Bripka Samsul, sekarang ini Mariadi sudah mengalami perubahan. Dia sudah bisa melakukan kegiatan sehari-hari secara normal, meski terlihat kotor dekil namun dia pekerja yang sangat rajin dan tekun.

“Ya, seperti kuli bangunan, bekerja di ladang dan terkadang sering mengembara kesana kemari, kadang pulang kadang tidak entah kemana,” ceritanya.

Pria kalem ini juga mejelaskan perubahan Adi sapaan Akrabnya Mariadi, yang kini sudah mempunyai  keahlian melukis dan membuat kerajinan tangan. Contohnya sepatu terbuat dari pelepah pohon jambe yang unik.

“Saya sudah lama menjalin pertemanan baik dengan Adi. Kadang setiap ketemu di Warkop dan pas ada hiburan jaranan di Wonorejo selalu saling sapa, dan mungkin karena saking akrabnya saya sama Mariadi, dia ingat terus sama saya,” terang Bripka Samsul.

Mariadi (kiri) bersama wartawan Radar Pagi

Dalam video yang beredar media sosial, terlihat ketika beberapa waktu lalu Bripka Samsul bersama Team kesehatan Wafa dan Netizen Sahabat Polres Malang melakukan kegiatan Bakti Sosial dengan bertandang ke rumah Mariadi, terdengar Mariadi menyambut dengan ramah.

“Terima kasih Pak Samsul, monggo mlebet (silahkan masuk),” kata Mariadi dalam video tersebut.

“Kata mlebet atau masuk itulah yang membuat kita semua ketawa lepas,” kata Bripka Samsul.

Dia pun menceritakan keluarga Mariadi, yaitu kakak kandungnya, pasangan Sih Hariadi dan Sri Nanik.

Pasutri tersebut tergolong keluarga prasejahtera dengan 2 anak yang salah  satunya menderita tuna wicara (bisu). Bersama keluarga inilah Mariadi menghabiskan hari-harinya.

“Ia hidup di rumah berukuran 4×4 dengan kondisi bangunan semi permanen. Pekerjaan saudara Sih Hariadi sehari-hari sebagai buruh kuli harian,” terang Bripka Samsul.

Sementara itu, Kapolsek Bantur AKP Nuryono  mengatakan kehadiran anggotanya di tengah warga masyarakat, khususnya yang sedang membutuhkan pertolongan adalah salah satu wujud pelayanan untuk masyarakat.

“Kami akan melayani dengan ketulusan dan keikhlasan, tanpa pamrih,” ucap AKP Nuryono. (Med)

 

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed