oleh

Imbas Defisit BPJS, Ratusan Rumah Sakit di Jawa Timur Terancam Tak Lagi Bisa Layani Pasien

Malang, Radar Pagi – Defisit BPJS Kesehatan tahun ini yang diprediksi mencapai Rp 32 triliun, dampaknya terasa menyengat ratusan rumah sakit di Jawa Timur. Dimana klaim penagihan ratusan rumah sakit itu tertunda cukup lama dari batas jatuh tempo pembayaran tunggakan.

Kondisi itu secara langsung membuat ratusan rumah sakit di Jawa Timur, tak terkecuali rumah sakit umum daerah (RSUD) Kabupaten Malang, terganggu keuangannya, yakni mengalami krisis keuangan yang bisa menggangu jalannya pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Hal ini dibenarkan Direktur RSUD Lawang Arbani Mukti Wibowo yang mengatakan klaim tagihan ke BPJS Kesehatan dengan kisaran mencapai Rp 13 miliar belum terbayarkan.

“Sudah empat bulan klaim BPJS yang juga telah selesai verifikasinya belum terbayarkan. Ini membuat operasional rumah sakit terganggu sekali. Kita survive selama tiga bulan, tapi kalau ini (November) tak terbayarkan pengadaan obat tak bisa lagi. Kondisi operasional RSUD Lawang sekarang bisa dikatakan kolaps,” ucap Arbani, beberapa waktu lalu kepada awak media.

Anggaran bulanan perawatan yang dilakukan di RSUD Lawang, secara kasar setiap bulannya mencapai Rp 2,5 miliar. Sehingga dengan tunggakan 4 bulan yang belum dibayarkan BPJS Kesehatan maka totalnya mencapai Rp 10 miliar. Angka ini belum termasuk pengeluaran bulan berjalan sekitar Rp 2 miliar.

“Jadi tunggakan BPJS Kesehatan sekitar Rp 13 miliar. Bila tak dilunasi, kita bisa kolaps,” ujarnya.

Setali tiga uang, RSUD Kanjuruhan Kepanjen pun mengalami hal sama. Bahkan klaim tagihan pada BPJS Kesehatan hampir mencapai Rp 20 miliar. Hal ini disampaikan Sumarno, Kepala Bagian Keuangan RSUD Kanjuruhan Kepanjen.

“Tentunya sangat mengganggu keuangan rumah sakit. Untuk tetap beroperasional kita memakai atau pinjam uang jasa para karyawan. Baik untuk pembelian obat, bayar listrik, telepon dan operasional lainnya,” ucap Sumarno yang juga menyampaikan untuk di RSUD Kanjuruhan masih dimungkinkan bertahan beberapa bulan ke depannya.

Berbagai cara untuk bertahan agar tak menggangu pelayanan kesehatan kepada masyarakat dicoba oleh kedua rumah sakit plat merah ini.

Dari pinjam uang jasa para karyawan sampai menjajaki pola atau skema Supply Chain Financing (SCF) melalui bank.

Walau skema terakhir itu dimungkinkan tak bisa berjalan dengan status RSUD sebagai badan layanan usaha daerah (BLUD).

Kondisi krisis keuangan yang akan berujung pada kolapsnya ratusan rumah sakit itu dipahami benar oleh Deputi Direktur BPJS Kesehatan Wilayah Jawa Timur, Handaryo.

Dimana dirinya menyampaikan, tunggakan utang BPJS akan menjadi ancaman serius bagi keuangan rumah sakit.

“Karena itu kami berharap agar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa turut membantu memberi solusi guna mencarikan dana talangan ke Pemerintah Pusat,” ucapnya yang juga menyampaikan tagihan ke pihaknya sampai saat ini mencapai sekitar Rp2,7 triliun.

Upaya itu pun ditindaklanjuti Khofifah yang menyampaikan, dana talangan sudah dibicarakan dengan pihak Kementerian Keuangan. Tapi masih menunggu adanya keputusan presiden terkait dana talangan itu.

DPRD Kabupaten Malang pun bereaksi dengan kondisi menuju pailitnya kedua RSUD di wilayahnya.

Melalui Didik Gatot Subroto Ketua DPRD, pihaknya akan segera mempertemukan kedua belah pihak dalam proses penyelesaian tagihan tersebut.

“Kita coba fasilitasi dan mencari jalan keluarnya. Jangan sampai kondisi ini membuat pelayanan kesehatan terganggu. Terkait anggaran kita dorong Bupati melakukan diskresi,” ujar Didik Gatot yang mencontohkan juga bupati memberikan dana pinjaman melalui APBD ke dua RSUD Kabupaten Malang.

Atau, lanjut Ketua DPC PDI-Perjuangan ini, bupati melalui Dinas Kesehatan bisa memberikan pinjaman obat ke RSUD memakai stok obat yang ada.

“Tapi sekali lagi kita perlu pembicaraan dulu terkait opsi-opsi itu. Baik dengan Dinkes, Inspektorat, BPKP dan pemangku kepentingan lainnya. Kita siap fasilitasi persoalan itu,” pungkas Didik Gatot. (Med)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed