oleh

Gara-gara Penahanan Gui Minhai, Tensi China dan Swedia Meningkat

Beijing, Radar Pagi – Pemerintah China mengkritik kebijakan Swedia yang mendukung aktivis Gui Minhai yang ditahan di China. Kritikan ini muncul setelah Menteri Kebudayaan Swedia menghadiri acara penghargaan literasi untuk menghormati Gui.

Duta Besar China untuk Swedia sempat mengancam Menteri Kebudayaan Swedia Amanda Lind akan melarangnya masuk China. Bila ia menghadiri acara penyerahan penghargaan tersebut.

Setelah upacara penghargaan di mana Lind mempertahankan kebebasan berbicara. Kedutaan Besar China di Stockholm mengatakan kehadiran Lind sebagai ‘kesalahan yang serius’.

Dalam pernyataannya, Kedutaan Besar China tidak menyebut pelarangan masuk China. Tapi mereka memperingatkan ‘perbuatan yang salah hanya akan bertemu dengan konsekuensi buruk’.

“Memberikan penghargaan kepada seorang penjahat seperti itu adalah lelucon politis, juga merupakan intervensi kasar dalam keadaulatan peradilan China,” kata Kedutaan Besar China di Stockholm, Sabtu (16/11/2019).

Gui Minhai adalah warga Swedia kelahiran China yang ditangkap di Thailand pada 2015. Kini ia ditahan di China. Ketika tinggal di Hong Kong ia mempublikasikan buku-buku yang mengkritik pemimpin-pemimpin China dan kasusnya telah merusak hubungan Swedia-China.

Gui sempat dibebaskan pada Oktober 2017 lalu tapi ditangkap lagi tiga bulan kemudian. Ia ditahan oleh agen China di dalam kereta di depan diplomat Swedia.

Organisasi yang memberikan penghargaan kepada Gui Minhai ada Svenska PEN. Mereka memberikan penghargaan Tucholsky Prize pada 2019 sebagai bentuk penghormatan terhadap pengabdiannya pada kebebasan berbicara.

Panitia meletakan kursi kosong sebagai simbol kehadirannya. Kementerian Luar Negeri Swedia mengatakan mereka masih menilai China harus segera membebaskan Gui Minhai. Mereka juga sudah menghubungi otoritas China terkait pernyataan kedutaan besar.

“Tidak baik untuk mengintervensi apa yang pemerintah Swedia lakukan,” kata Menteri Luar Negeri Swedia Ann Linde dalam pernyataan tertulisnya. (Lintar Satria/Andri Saubani/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed