oleh

Edan! Danau 12 Ribu Tahun di Turki Dikeringkan untuk Cari Emas Peninggalan Tentara Romawi

Gumushane, Radar Pagi – Edan! Sebuah danau berusia 12 ribu tahun di Provinsi Gumushane, Turki Utara dikeringkan hanya supaya tim pemburu harta karun dapat melakukan penggalian di dasar danau untuk mencari harta karun berupa emas.

Danau yang dikenal sebagai Danau Dipsiz berada 50 kilometer dari pusat kota yang juga berdekatan dengan desa Dumanli di dataran Taskopru. Danau Dipsiz dikeringkan setelah dua orang pencari benda purbakala mengajukan permohonan pada Gubernur Gumushane untuk melakukan penggalian.

Parahnya, bukan hanya Gubernur yang memberikan izin, tetapi juga Direktorat Kebudayaan dan Pariwisata setempat pun memberikan izin untuk mencari emas di danau kuno itu.

Penggalian memang dilakukan di bawah pengawasan aparat keamanan setempat. Aparat juga tak mengizinkan warga untuk mendekati lokasi tersebut. Namun tetap saja kontroversi bermunculan, apalagi setelah empat hari melakukan penggalian, para pemburu harta karun itu tak bisa menemukan emas.

Mereka berupaya menemukan emas-emas peninggalan Legiun Apollinaris ke-15 (Legion XV Apollinaris),  yang merupakan salah satu dari empat unit militer terbesar kekaisaran Romawi di Asia kecil. Legiun itu ditempatkan di daerah itu selama 134 tahun.

Dalam sebuah pernyataan, kantor Gubernur Gumushane mengaku sudah mengembalikan air danau seperti semula setelah penggalian selesai.

“Tak ada aset budaya yang ditemukan di daerah itu selama penggalian harta Karun,” dalam pernyataan kantor Gubernur Gumushane seperti dilansir Daily Sabah pada Sabtu (16/11/2019).

Meski Gubernur mengklaim bahwa area danau telah dikembalikan seperti semula, tetap saja izinnya memicu protes masyarakat.

Tidak dijelaskan bagaimana cara danau itu dikeringkan dan bagaimana cara mengembalikan airnya. Namun dikhawatirkan ekosistem hewan dan tumbuhan yang selama ini mendiami danau sudah rusak akibat pengeringan dan penggalian selama empat hari. (arman)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed