oleh

Wabah Maut Hitam yang Dulu Musnahkan Setengah Populasi Eropa Kini Muncul di Cina

Beijing, Radar Pagi – Wabah Maut Hitam (Black Death) muncul di Cina. Setidaknya dua warga berada di bawah pengawasan ketat untuk mencegah penyebaran wabah.

Dua kasus ditemukan di China utara dan dikonfirmasi oleh dokter di Beijing awal pekan ini.

Pejabat Beijing mengatakan kedua orang yang terinfeksi itu datang dari Mongolia Dalam, wilayah yang jarang penduduknya di sebelah China bagian utara. Diduga mereka tertular penyakit ini di negara tersebut.

Mereka mencari perawatan pada hari Selasa kemarin di sebuah rumah sakit di Distrik Chaoyang, Beijing, tempat mereka didiagnosis awal menderita pneumonia, namun belakangan disadari bahwa itu adalah penyakit kuno bernama Maut Hitam.

Meski penyakit ini sangat berbahaya karena mudah menular, tetapi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China mengatakan pada situs microblogging Weibo meminta warga Beijing untuk panik. Pusat itu mengklaim risiko penularan dari wabah Maut Hitam sangat rendah di era pengobatan modern saat ini.

“Pihak berwenang dengan cepat mengisolasi para pasien, melakukan penyelidikan epidemiologis pada orang-orang yang bisa terpapar dan didesinfeksi semua situs yang relevan,” kata CDC.

Maut Hitam gejalanya mirip pneumonia disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyerang paru-paru sehingga membuat penderitanya susah bernafas.

Sebenarnya penyakt ini dapat diobati dengan antibiotik asalkan segera ditangani. Hampir selalu mematikan jika tidak segera diobati.

Wabah Maut Hitam dapat ditularkan ke manusia lewat udara, tetapi jalan penularan yang paling umum adalah melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi dan seringkali melalui hewan pengerat.

Gigitan dari tikus dan kutu yang mengidap Maut Hitam dapat menularkan penyakit ini kepada manusia. (viktor)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed