oleh

Mahkamah Agung India Kabulkan Permintaan Umat Hindu untuk Bangun Kuil di Atas Lahan Bekas Masjid Tua

Ayodhya, Radar Pagi – Mahkamah Agung India akhir pekan kemarin mengabulkan permintaan kelompok Hindu yang ingin membangun kuil di bekas tanah gusuran sebuah masjid tua.

Permintaan kelompok nasionalis Hindu India tersebut didukung oleh Perdana Menteri Narendra Modi.

Saat persidangan, lima orang hakim dengan suara bulat setuju menyerahkan tanah seluas 2,77 hektar di utara kota Ayodhya ke kelompok Hindu.

Namun Ketua Hakim Persidangan Ranjan Gogoi menyebut pembangunan di atas tanah sengketa harus di bawah kendali pemerintah pusat dan meminta pemerintah mencarikan lahan baru untuk pembangunan masjid, demikian dilansir Reuters.

Keputusan tersebut disambut suka cita oleh umat Hindu di Ayodhya. Bagi umat Hindu, tanah tersebut diyakini sebagai tempat kelahiran Dewa Ram (dalam bahasa Indonesia disebut Dewa Rama) yang merupakan jelmaan Dewa Wisnu.

“Sebuah kuil agung akan menjadi anugerah bagi setiap orang di Ayodhya,” ujar salah seorang warga, Shubham Maheswar, dilansir AFP.

Sebelum memutuskan kemenangan untuk kelompok Hindu, para hakim di Mahkamah Agung diminta telah mempertimbangkan teks-teks kuno, buku harian berusia 500 tahun, catatan para pedagang abad pertengahan, survei, hingga catatan arkeologi.

Merespon keputusan tersebut, komunitas Muslim di India mengaku kecewa. Mereka juga meminta pemerintah menemukan situs alternatif untuk masjid baru.

Di atas lahan yang diserahkan kepada umat Hindu dulunya pernah Masjib Babri yang dibangun pada tahun 1528 oleh penguasa Muslim India, Kesultanan Mugbal.

Pada tahun 1992, masjid bersejarah itu dirubuhkan oleh massa Hindu karena sebelum masjid dibangun 5 abad lalu, lahan itu sebenarnya merupakan tempat suci umat Hindu.

Hal itu kemudian memicu kerusuhan antar-agama yang menewaskan sekitar 2 ribu orang, dengan korban kebanyakan dari warga Muslim.

Usai kerusuhan tersebut, tanah di Ayodhya menjadi sengketa antara umat Hindu dan Muslim. Baru pada 2019 ini pengadilan memutuskan pemenang sengketa tersebut.

Ayodhya merupakan salah satu tempat ziarah paling suci bagi umat Hindu. Perekonomian masyarakat bergantung pada wisata religi yang dimiliki kota tersebut. (yon)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed