oleh

Identitas Perahu Baja di Dasar Sungai Bengawan Solo Akhirnya Terungkap

-Historia-252 views

Lamongan, Radar Pagi – Identitas perahu baja atau pontoon bridge yang ditemukan di dasar Sungai Bengawan Solo di Lamongan, Jawa Timur akhirnya diketahui.

“Asal usul kapal itu berasal dari Perang dunia ke-2 saat sekutu masuk ke Jawa Timur untuk melucuti Jepang,” ujar Wicaksono Dwi Nugroho, arkeolog BPCB Trowulan Jawa Timur, Senin (11/11/2019).

Lanjutnya, Kesimpulan itu diperoleh setelah Melalui proses konservasi lanjutan. Bila sebelumnya dalam konservasi awal ditemukan tulisan MF B 6, di konservasi lanjutan tulisan di pinggir ujung kapal disimpulkan bertuliskan ME B 6.

“ME B itu singkatan dari Marine Expeditionary Brigade, tentara Angkatan Laut Amerika, buatan Amerika,” ucapnya.

Demikian pula di kapal kedua yang sudah bersandar di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan, juga ditemukan tulisan ME B 5 di ujung kapal. ME B 5 berarti merujuk pada Divisi 5. Angka 6 dan 5 sepertinya merujuk pada nama divisinya,” katanya.

Namun perahu atau pontoon bridge yang angkanya berurutan, disebut Wicaksono bukan sebagai rangkaian. Namun perahu tersebut multifungsi. Bisa Sebagai pontoon bridge kalau jumlahnya banyak. Tapi kalau jumlahnya tiga kemungkinan besar berfungsi sebagai kapal apung, atau sebagai kapal serbu yang mengangkut prajurit,” tuturnya.

Ia pun menjelaskan, benda peninggalan masa Perang Dunia ke-2 itu diidentifikasi sebagai kapal apung penyeberangan.

‘Sebagai kapal apung penyeberangan, cukup tiga buah,” ujarnya.

Foto bersejarah  ketika pasukan sekutu membuat jembatan darurat di Sungai Bengawan Solo saat Perang Dunia ke-2 dengan memanfaatkan perahu baja atau pontoon bridge.

Sementara itu, M Nafis Abdul Rauf, guru sejarah dan pemerhati sejarah Lamongan Menuturkan, dari hasil temuan dan kajian di dalam perahu terdapat landasan papan yang digunakan Sebagai tempat duduk.

“Seperti yang digunakan pada perahu sekarang pada umumnya,”ujarnya.

Di samping itu, di perahu kedua yang sandar di Disparbud Lamongan, juga ditemukan mata Uang Indonesia berbentuk koin.

“50 sen tahun 1955 adalah koin pertama Indonesia tahun 1952 sampai dengan 1961. Dan ada gambar Pangeran Diponegoro yang bertuliskan Dipa Negara,” katanya.

Sebelumnya saat ekskavasi perahu baja pertama berhasil ditemukan 2 koin kuno mata uang Hindia Belanda berangka tahun 1902 dan 1909, dengan nilai 0,5 sen dan 2,5 sen. Selain itu, juga ditemukan uang koin 10 sen bergambar Garuda berangka tahun 1954 dengan tulisan latin dan Arab Melayu.

Di tempat berbeda, Ismunawan, Kepala Disparbud Lamongan, menyatakan pihaknya masih berembuk untuk pengangkat Perahu baja ketiga.

“Nanti yang perahu ketiga, proses ngangkatnya kita rembuk lagi dengan BPCB dan pihak desa, kalau swadaya mampu, kita dengan swadaya untuk ngangkat,” pungkasnya. (Med/Rino)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed