oleh

Tidak Mau Melarat di Hari Tua? Ini Caranya

Jakarta, Radar Pagi – Ingin hidup sejahtera di hari tua tanpa tergantung pada anak cucu? Ingin hidup nyaman di hari tua tanpa harus pontang-panting mencari nafkah lagi?

Hampir semua orang memimpikan hidup yang tenang di hari tua, menikmati masa pensiun dengan santai. Tapi faktanya banyak orang tetap harus bekerja keras di usia senja, bahkan tak jarang yang sudah kelewat renta pun tetap harus bekerja supaya bisa makan.

Terlepas dari masalah takdir dan rezeki manusia yang memang sudah digariskan, namun kehidupan di hari tua seharusnya bisa dipersiapkan sejak kita masih muda. Salah satunya dengan menyiapkan dana pensiun.

Sayangnya, kebanyakan orang Indonesia tak peduli dengan dana pensiun di hari tua. Rata-rata mereka baru mulai serius menabung di usia 41 tahun.

“Padahal dana pensiun sudah harus disiapkan saat mulai bekerja,” ujar Perencana Keuangan dari Tata Dana Consulting, Tejasari, dalam acara Financial Health Index GoBear di Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Dia pun menjelaskan jika ingin membuka tabungan pensiun, maka hal pertama yang harus ditentukan adalah goals atau target yang ingin dicapai saat usia pensiun nanti. Setelah itu ditentukan pula pada usia berapa ingin pensiun.

Goals atau target dibuat agar kita termotivasi untuk menabung atau menyimpan uang. Kalau tidak ada goalsnya nabungnya jadi asal-asalan dan tidak akan tercapai targetnya.

“Pasang dulu target yang ingin dicapai, misalnya nanti kalau tua ingin travelling, atau membuat usaha. Harus ditentukan dulu ingin berapa uangnya nanti,” katanya.

Dia mencontohkan misalnya ingin memiliki uang Rp 1,2 miliar saat usia pensiun maka setoran bulanan memang harus lebih besar misalnya sekitar Rp 1,5 juta dengan mulai menabung di usia 28 tahun.

Target juga perlu disesuaikan dengan besaran pendapatan dan sisanya setiap bulan setelah dikurangi biaya hidup. Yang penting sejak awal bekerja di usia yang masih semuda mungkin sudah harus menabung khusus untuk keperluan hidup di hari tua.

“Harusnya saat mulai kerja ya sudah memikirkan untuk dana pensiun, ya di usia 25 tahun itu bisa lah karena belum terlalu berat masih di kisaran Rp 300.000 – Rp 500.000 per bulan. Beda kalau mulai di umur 40-45 tahun itu pasti gede banget uang yang disetor karena sudah mepet (umurnya),” kata dia.

Menurut Teja, target juga bisa disesuaikan dengan keinginan. Misalnya jika tua nanti ingin tinggal di desa dan bercocok tanam tabungannya bisa lebih kecil, namun hasil tabungan juga lebih kecil.

Salah satu cara menabung dengan disiplin adalah menabung di lembaga keuangan yang terpercaya. Tejasari menyebutkan manfaat yang akan didapatkan akan lebih baik ke depannya.

Namun sebelum memutuskan untuk membuka tabungan pensiun atau Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK), calon nasabah harus dan wajib memahami produk-produk yang akan digunakan. Selain itu juga harus rajin mengumpulkan informasi terkait risiko-risiko yang akan ditemui selama periode menabung. (eka)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed