oleh

Djibouti Negara Paling Banyak Berhutang Kepada Cina

Jakarta, Radar Pagi – Djibouti menjadi negara yang  paling banyak memiliki hutang kepada China. Indonesia berada di urutan ke berarapa?

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan oleh Kiel Institute For Global Economy, saat ini ada tujuh negara yang utangnya banyak ke China.

Djibouti adalah sebuah negara di Afrika Timur persisnya di Teluk Aden, pintu masuk Laut Tengah. Bertetangga dengan Ethiopia di selatan dan Somalia di tenggara. Negara yang luas wilayahnya hanya sebesar Kabupaten Donggala ini penting bagi Ethiopia sebab 60% ekspornya dilepas ke negara ini.

Setelah Djibouti, Nigeria dan Republik Kongo berada di urutan kedua dan ketiga. Lalu disusul empat negara lain yang semuanya berasal dari Asia, yaitu Kyrgyzstan, Laos, Kamboja dan Maladewa.

Indonesia tidak masuk dalam daftar negara dengan hutang terbanyak ke China karena daftar yang dirilis Kiel Institute For Global Economy hanya sampai urutan ke-7.

Namun diketahui China juga sering memberikan pinjaman kepada Indonesia dalam bentuk bilateral, multilateral sampai fasilitas kredit.

Di China, pinjaman luar negeri langsung mulai tumbuh pesat sekitar 2010 lalu. Hal ini karena China mampu memberikan pinjaman yang lebih besar dengan masa waktu yang lebih pendek dibandingkan meminta bantuan ke Bank Dunia.

Namun ada risiko gagal bayar di balik banyaknya utang luar negeri negara-negara tersebut ke China karena terkadang ada negara yang nekad berhutang sampai melebihi 25% dari produk domestik bruto mereka.

Banyak Hutang yang Penting Bayar

Utang Indonesia sendiri menjadi salah satu hal yang sering dikritisi terhadap pemerintahan Jokowi-JK. Hingga Agustus 2019 utang pemerintah sudah mencapai Rp 4.680,19 triliun.

Dalam dialog bersama dengan 100 ekonom di Hotel Westin, Jakarta, Kamis (17/10/2019), Jusuf Kalla (JK) yang saat itu sudah memasuki hari terakhirnya sebagai Wakil Presiden berkata bahwa pemerintah berutang lantaran terpaksa untuk menutupi kekurangan anggaran.

“Terpaksa berutang karena defisit ya berutang dengan menerbitkan obligasi apakah itu dalam bentuk dolar, yen belum tentu rupiah,” ujarnya.

Namun JK menegaskan utang pemerintah masih dalam tahap aman. Berdasarkan rasio utang terhadap PDB, RI masih di bawah batas 30% atau tepatnya 29,80%.

“Dibandingkan Malaysia 50% dari pada PDB, Turki 80% hampir 100%,” tambahnya.

JK juga mengatakan utang luar negeri tidak akan jadi masalah sepanjang masih bisa dibayar.

“Ekonomi kita bisa bayar, utang banyak asal bisa bayar?” katanya. (vidi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed