oleh

Ahmad Mawardi: Saatnya Rakyat Jadi Investor Pertanian

Malang, Radar Pagi – Anggota DPD RI asal Provinsi Jawa Timur, Ahmad Mawardi, menyebutkan bahwa rakyat di Provinsi Jawa Timur harus menjadi investor di bidang pertanian. Menurut Mawardi, rakyat harus mengangkat potensi pertanian menjadi kekuatan ekonomi, sehingga keuntungan besarnya ada pada rakyat.

Rakyat, kata Mawardi, tetap menjadi pemilik lahan dan semua potensi pertanian yang ada. Rakyat tinggal bekerja saja dan dibantu oleh pemerintah daerah dengan memberikan bantuan air, tanah dan tenaga pendamping.

Sedangkan untuk investor dari luar, lanjut Mawardi, hanya memberi nilai tambah bagi produk pertanian para petani Jawa Timur, yakni membangun industrinya atau memfasilitasi perdagangannya.

“Kita butuh investor hanya untuk memberikan nilai tambah bagi produk pertanian kita. Produksi pertanian dilakukan oleh petani kita sendiri. Jadi petanilah yang menjadi investornya,” kata Mawardi kepada Radar Pagi, Kamis (17/10/2019).

Dia menambahkan, jika produk pertanian masuk ke industri atau tidak, itu sudah menjadi urusan investor, bukan lagi petani. Tetapi kalau investor tidak mau, maka pemerintah daerah yang memfasilitasi. Oleh karena itu, petani tak perlu ragu dengan pasar.

“Ketika petani menghasilkan produk pertanian yang berkualitas dan dalam jumlah yang banyak, maka pasar akan melirik. Yang penting keberlanjutan produksi tetap dijaga,” pungkasnya.

Berdayakan Kelompok Tani

Sementara itu, berkaitan dengan SDM, Ketua DPK HKTI Kecamatan Pujon, H. Siswanto, menyampaikan harus menjadi perhatian serius dari semua pihak. Salah satunya adalah mengenai kelembagaan kelompok tani.

“Kalau dulunya kelompok tani banyak yang tidur atau tidak berfungsi, saatnya kita buktikan bahwa kita tidak tidur, kita selalu berdaya dan semangat untuk tetap mensukseskan pertanian sebagai benteng pertahanan ketahanan dan kedaulatan pangan,” ujar Siswanto.

Siswanto yang juga menjabat Bendahara Ansor menambahkan bahwa semangat kepemudaan di bidang pertanian harus terus ditingkatkan dan jeli terhadap peluang yang ada saat ini.

Sebagai Ketua DPK HKTI di era millenial, Siswanto menyebutkan bahwa “harus kita ubah paradigma yang menyatakan bahwa pertanian itu kotor, terbelakang dan tidak keren sama sekali.

“Saat ini pertanian adalah sesuatu yang mboys (keren). Karena ternyata banyak yang backgroundnya bukan dari pertanian malah sukses di bidang pertanian,” katanya. (Med)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed