oleh

Pimpin DPK HKTI Kecamatan Pujon, H. Siswanto Gandeng Akademisi dan Konsultan Pangan PBB

Malang, Radar Pagi – H. Siswanto bersama anggota, baru saja dilantik sebagai pengurus Dewan Perwakilan Kecamatan (DPK) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kecamatan Pujon Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Mereka langsung membuat gebrakan dengan menggandeng mahasiswa Fak. Pertanian Unibraw, dosen, rektor dan Konsultan Food Agriculture Organisation Perserikatan Bangsa Bangsa (FAO PBB) asal Australia untuk memajukan sektor pertanian di Kabupaten Malang, khususnya Kecamatan Pujon.

H. Siswanto selaku Ketua DPK HKTI Kecamatan Pujon, mengatakan dirinya bersama anggota yang dilantik berjanji akan fokus dalam memajukan sektor pertanian ini.

“Komitmen kami yang paling utama, ialah mengembangkan sektor pertanian yang ada di Kabupaten Malang, khususnya di wilayah Kecamatan Pujon,” ucapnya.

Ia meyakini, dengan luas tanah Kecamatan Pujon, dapat menggenjot sektor pertanian lebih maju dan lebih baik lagi.

Selain itu pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak pemerintah setempat untuk lebih giat membangun sektor pertanian di Kabupaten Malang.

”Nanti kita lakukan konsolidasi dengan pemerintah setempat untuk, sama-sama dapat mempercepat pergerakan sektor pertanian di sini,” ucapnnya.

Pengurus HKTI Pujon bersama akademisi, mahasiswa, dan Konsultan Pangan PBB

Siswanto berharap masyarakat, terutama para petani, dapat melakukan konsultasi apabila mengalami kendala selama menjalankan pertanian.

“Kami siap melayani apabila ada keluhan-keluhan dari para petani yang ada di Kecamatan ini agar tentunya perjalanan sektor pertanian di daerah ini dapat selalu berkembang dengan pesat,”ucapnya.

Sementara itu, Prof. Peter  yang juga sebagai Konsultan FAO PBB menyampaikan, peluang sukses di pertanian luar biasa dikarenakan masih banyak kebutuhan pangan Indonesia yang masih impor, seperti buah buahan.

“Produksi buah apel dan jeruk lokal Indonesia masih sangat bagus, hanya butuh sedikit sentuhan teknolgi budidaya dan teknologi pasca panen produksi buah lokal akan semakin diterima pasar,” katanya.

“Jadi saya berharap HKTI bisa menjadi fasilitator kebutuhan petani di negara ini,” tambah Prof. Peter. (meda)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 comments

  1. Action better than speak louder,
    How did the aim to be achive ?
    That is why indonesian farmers never
    Advantage ,?

News Feed