oleh

Relawan Jokowi Babak Belur Digebukin, Polisi Panggil Sekretaris FPI

Jakarta, Radar Pagi – Sekretaris Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) Munarman diperiksa penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus penculikan dan penganiayaan terhadap Relawan Jokowi Ninoy Karundeng.

Munarman dimintai keterangannya oleh penyidik pada Rabu (9/10/10) hari ini dalam kapasitasnya sebagai saksi dalam kasus tersebut karena sebelumnya Munarman mengaku sempat meminta rekaman CCTV Masjid Al-Falah, Pejompongan, Jakarta tempat Ninoy Karundeng diduga disekap dan dianiaya.

Munarman mengaku minta rekaman CCTV masjid per 30 September karena ingin mengetahui situasi dan kondisi. Dia membantah telah memerintahkan anggota DKM Masjid Al Falah untuk menghapus rekaman CCTV tersebut.

Sementara polisi menyebut Munarman diduga ikut terlibat dalam kasus penculikan disertai penganiayaan kepada Ninoy Karundeng. Polisi mengatakan Munarman berperan memerintahkan pengurus Masjid Al-Falah, Ir Supriyadi untuk menghapus rekaman CCTV di masjid tersebut.

Ir Supriyadi juga disebut diperintah oleh Munarman menyalin data-data di laptop Ninoy. Dalam hal ini, Munarman sudah membantah. Munarman beranggapan dirinya meminta rekaman CCTV masjid hanya untuk melihat situasi.

“Agenda (pemeriksaan) jam 10an,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi pagi tadi.

Namun Argo menyampaikan sampai pagi tadi pihaknya belum menerima konfirmasi kehadiran dari Munarman terkait agenda pemeriksaan itu.

“Belum ada konfirmasi hadir dari dia, kita tunggu saja,” ujarnya.

Namun siang ini, Munarman memenuhi panggilan tersebut. Munarman tidak berkomentar dan langsung masuk ke ruang penyidik. Saat ini Munarman sudah berada di ruangan penyidik.

Salah satu kuasa hukum Munarman, Samsul Bahri mengatakan kliennya hari ini datang hanya sebatas untuk memenuhi panggilan penyidik. Kliennya akan memberikan keterangan terkait komunikasinya dengan salah satu tersangka.

“Prinsipnya kita ke sini hanya memberikan klarifikasi, ada panggilan menyebutkan bahwa salah satu tersangka berkomunikasi dengan Pak Haji Munarman,” kata Samsul.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan 13 orang tersangka, termasuk Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persaudaraan Alumni 212 Bernard Abdul Jabar.

Ninoy diduga dianiaya sejumlah orang di Pejompongan saat demo 30 September. Ia melaporkan kejadian tersebut kepada Polda Metro Jaya setelah diizinkan pulang oleh pelaku penganiayaan.

Menurut kesaksian seorang relawan Jokowi, Jack Boyd Lapian, penganiayaan terhadap Ninoy dilakukan di Masjid Al-Falah. Ninoy diinterogasi, dipukuli, dan diancam akan dibunuh di dalam masjid tersebut oleh sejumlah oknum.

Kata Jack, ancaman pembunuhan itu datang dari seorang yang disebut dengan panggilan ‘Habib’ yang mendatangi masjid tersebut. (zal)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed