oleh

Pria Inggris Kecanduan Viagra, Penisnya Bangun Terus HIngga Dimutilasi

Thailand, Radar Pagi – Nat Thind (26), asal Havant, Hampshire, Inggris, yang kecanduan viagra hingga ereksi sebulan penuh, akhirnya malah impoten selamanya setelah dokter memutilasi syaraf penisnya. Memang hanya syarafnya, bukan kepala atau batang penis yang dimutilasi, namun gara-gara itu, Nat jadi impoten.

Sebelumnya, Nat minum Viagra pertama kali pada 17 Juni 2019. Dia mengaku tidak ada masalah ereksi, dia minum obat itu hanya sekadar ingin terlihat lebih jantan di mata lawan jenis yang berhubungan seks dengannya.

Setelah merasakan khasiatnya, Nat jadi ketagihan. Setelah itu dia beberapa kali minum lagi tanpa ada masalah. Tapi beberapa minggu setelahnya, mendadak Nat harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami priapisme atau ereksi yang berlangsung lama dan menyakitkan.

Dikutip dari Mirror, dokter memutuskan untuk melakukan operasi mengalirkan darah di daerah penisnya menggunakan jarum. Tidak berhenti sampai disitu, tim medis mencoba memotong salurannya dengan pisau untuk membiarkan darah keluar melalui lubang kecil. Tapi operasi itu gagal. Syaraf Nat malah rusak parah.

“Dalam upaya operasi, mereka menyebabkan kerusakan saraf yang parah. Alhasil saya sekarang dibiarkan dengan penis yang dimutilasi, mati rasa, ketidakmampuan untuk ereksi atau orgasme, rasa sakit yang membakar dan fibrosis penis,” kata Nat.

Setelah operasi dan jadi impoten, dokter malah menyarankannya untuk kembali mengonsumsi pil Viagra untuk mengembalikan kejantanannya, namun hingga kini Nat tetap tak bisa ereksi sama sekali.

“Saya merasa tertekan dengan apa yang terjadi. Saya memiliki kehidupan seks yang sehat sebelumnya. Jelas sekarang hal itu tidak mungkin lagi,”  ujar Nat Thind.

Saat ini Nat yang bekerja sebagai tukang listrik itu membuka penggalangan dana agar dia bisa berobat ke dokter spesialis di Munich, Jerman atau Ghent, Belgia yang memang terkenal kemampuan medis para dokter dan fasilitas rumah sakitnya.

“Saya ingin sembuh. Masalah ini sangat sulit untuk dihadapi sebagai seseorang yang baru berusia 26 tahun dan dalam keadaan sehat,” kata Nat. (maria)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed