oleh

Parah! Money Changer di Bali Tipu Turis, Beritanya Sampai ke Luar Negeri

Jakarta, Radar Pagi – Beredar video viral pemandu wisata marah-marah di sebuah money changer di Bali. Sebabnya, pihak money changer itu menipu turis yang pernah didampingi si pemandu.

Video tersebut memperlihatkan seorang pemandu wisata bernama Bonik Ingunau marah-marah kepada pihak money changer di kawasan Kuta, Denpasar karena diduga menipu turis asal Latvia bernama Thomas.

Berawal dari Thomas yang hendak menukar uang 300 Euro ke rupiah. Pihak money changer pun memberikan angka Rp 4,6 juta. Namun begitu Thomas sampai di penginapan dan menghitung ulang uang itu, jumlahnya hanya Rp 2,6 juta.

Barulah setelah itu, Thomas menghubungi Bonik dan meminta tolong. Bonik pun mendatangi pihak money changer dan meminta uang Thomas dikembalikan, yang akhirnya ditambahkan sisa rupiahnya.

Tak disangka, kabar dugaan penipuan itu sampai ke luar negeri. Salah satu media internasional yang memberitakannya adalah News Australia. Media Australia itu memberitakannya dengan judul ‘Viral footage shows alleged money scammer being told off by Bali tour guide’.

Bonik, dikutip dari detik.com, Rabu (9/10/2019) mengakui bila dirinya pernah mendampingi Thomas.

“Thomas itu mantan customer saya dulu,” ujar Bonik.

Bonik menjelaskan bahwa Thomas pada dasarnya begitu terpesona dengan Bali. Kasus penipuan yang menimpanya pun terjadi karena Thomas sedemikian percaya kepada orang Bali.

“Dia enggak curiga dengan penipuan rate tinggi di money changer karena percaya sama orang Bali. Thomas tahu orang Bali seperti apa,” ungkap Bonik.

Menurut penuturan Bonik, saat pulang ke negaranya usai menjalani liburan pertamanya ke Pulau Dewata, Thomas masih terus menceritakan soal Bali ke teman-temannya. Liburan keduanya ke Bali saat ini pun kembali dilakukan Thomas bersama teman-temannya.

“Thomas sendiri enggak mau lapor polisi karena enggak mau liburannya terganggu. Dia minta bantuan saya karena percaya sama saya,” kata Bonik.

Setelah berhasil mendapatkan uangnya kembali, Bonik menjelaskan kepada Thomas bahwa sebagai orang Bali, kejadian seperti ini tidaklah dikehendaki.

“Waktu dia minta bantuan, saya tidak menjamin uangnya kembali. Tapi saya akan melakukan sesuatu untuk dia. Thomas mengapresiasi hal ini, dia percaya sama saya dan yakin kalau Bali itu tidak buruk,” ungkap Bonik.

Aksi tipu-tipu money changer di Bali pun ditengarai sebagai hal yang bukan kali ini saja terjadi. Itu tentu amat disayangkan karena merugikan turis, serta mencoreng citra pariwisata Pulau Dewata.

Untuk mengantisipasi hal serupa, turis diminta untuk lebih jeli dan teliti dalam menghitung ulang jumlah uang yang sudah ditukar, sebelum meninggalkan money changer. Selain itu, ada baiknya tidak tergiur dengan rate yang tinggi. (maria)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed