oleh

Milisi Afiliasi Al Qaida Klaim Serang Markas Militer di Boulkessi dan Mondoro

Mali, Radar Pagi – Kelompok militan yang berafiliasi dengan al Qaida di Afrika Barat mengaku bertanggung jawab atas serangan mematikan di dua markas militer di Mali, pekan lalu, yang menewaskan 38 tentara tewas dan puluhan orang lainnya hilang.

Serangan di markas militer di Boulkessi dan Mondoro memperlihatkan kekuatan dan kecanggihan kelompok-kelompok gerilyawan yang beroperasi di Mali tengah, yang berada di luar kendali pemerintah meski militer Prancis dan pasukan internasional lainnya berjaga di sana.

Dari benteng mereka di Mali, kelompok yang memilik jaringan dengan al Qaida dan ISIS tersebut mampu menyebar di seluruh Sahel, menciptakan kerusuhan di sejumlah wilayah di Niger dan Burkina Faso.

Jama’a Nusrat ul-Islam wa al-Muslimin (JNIM) dalam pernyataan yang dipublikasi oleh Site Intelligence Group, Selasa (9/10/2019) kemarin mengaku bahwa pihaknya juga menculik dua tentara, termasuk seorang kolonel yang bertanggung jawab atas markas di Boulkessi dan menyita lima kendaraan, 76 senapan mesin, dua peluru mortir serta amunisi.

Namun juru bicara pemerintah, Yaya Sangare, membantah klaim itu, dengan menyebutnya “propaganda”. Pihaknya juga menegaskan kembali jumlah resmi tentara yang tewas dan membantah bahwa kolonel tersebut diculik. (maria)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed