oleh

Embung Nglanggeran Kering Kerontang, Wisatawan Ogah Datang

Gundul, Radar Pagi – Mengeringnya air di embung Nglanggeran, Gunung Kidul, DI Yogyakarta, ternyata berdampak terhadap jumlah kunjungan wisatawan. Bahkan, dari belasan ribu orang, saat ini pengunjung embung Nglanggeran turun hingga 2 ribu dalam satu bulan.

Dikutip dari detikcom, tidak ada air di dalam embung Nglanggeran. Tak hanya itu, kondisi tersebut membuat suasana di embung Nglanggeran sangat sepi pengunjung.

Pengelola Gunung Api Purba Nglanggeran, Aris Triyono mengakui keringnya embung Nglanggeran memang berdampak pada jumlah kunjungan wisata. Hal itu karena embung Nglanggeran menjadi salah satu tempat wisata favorit di Desa Wisata Nglanggeran.

“Kering kerontangnya embung (Nglanggeran) membuat kunjungan wisata (di embung Nglanggeran) berkurang,” katanya saat dihubungi wartawan, Rabu (9/10/2019) sore.

“Biasanya saat air di embung penuh itu, dalam sebulan bisa 10 sampai 15 ribu pengunjung yang datang. Tapi kalau pas embungnya kering seperti saat ini ya turun jadi sekitar 2 ribu pengunjung dalam satu bulan,” imbuh Aris.

Karena itu, ia bersama pengelola lainnya menyiasati keringnya embung Nglanggeran dengan mengalihkan tujuan wisata pengunjung ke objek wisata lainnya. Mengingat masih ada pengunjung yang datang ke embung Nglanggeran.

“Kalau pengunjung datang nanti kita sarankan untuk ke Gunung Api Purba Nglanggeran. Tapi kalau pengunjung tetap ingin ke embung ya kita persilakan dan diarahkan untuk menikmati sunset dari embung dengan background Gunung Api Purba (Nglanggeran),” ucapnya.

Aris menambahkan, untuk tiket masuk ke kawasan kebun buah Nglanggeran, setiap pengunjung dipatok Rp 10 ribu per orang. (bnl/krs/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed