oleh

Jenazah Guru SMK di Ciamis yang Tewas Dibunuh Maling Dimakamkan di TPU Giri

Ciamis, Radar Pagi – Rina Suharyani Amalia (46), guru honorer di SMK Mithaul Huda yang tewas dibunuh tetangganya sendiri, akhirnya dimakamkan di TPU Giri, Senin (7/10/2019). Prosesi penguburan tersebut tidak dihadiri suaminya yang sedang dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya di Freeport, Papua.

Sebelumnya, korban tewas setelah dibunuh tetangganya sendiri, Minggu kemarin. Pelaku bernama Wawan Kurniawan (27) yang kepergok saat hendak mencuri di rumah Rina di Dusun Cipeutey Rt 02 RW 01, Desa Giri Harja, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Saat kejadian, Wawan sebenarnya tidak berniat mencuri. Dia datang ke warung Rina saat subuh hendak membeli rokok. Diduga malamnya Rina ketiduran sehingga lupa mengunci pintu rumah. Karena saat itu, Wawan melihat pintu garasi tidak dikunci, dan ketika dia membuka pintu rumah pun tidak dikunci. Akhirnya timbul niat jahat pemuda pengangguran itu untuk mencuri.

Setelah masuk rumah korban, Wawan mengunci pintu rumah, lalu mengambil sejumlah barang berharga. Kemudian saat masuk kamar Rina, dia mengambil uang tunai, perhiasan dan HP. Karena mendengar suara berisik, korban terbangun.

Kaget aksinya diketahui pemilik rumah, pelaku nekat membunuh korban. Namun sebelum sempat kabur, ada empat pegawai korban yang datang untuk mengantarkan pisang. Para pegawai yang curiga karena melihat ada bayangan lelaki di dalam rumah, langsung berinisiatif mendobrak pintu.

“Pelaku diamankan di rumah korban karena pada saat kejadian itu ada pegawai korban yang datang ke rumah. Kok enggak dibukakan pintunya, kemudian didobrak pintu depan dan belakang dan didapati pelaku ada di dalam,” kata Kapolres Ciamis, AKBP Bismo Teguh Prakoso, Senin (7/10/2019).

Di dalam rumah, keempat pegawai Rina terkejut melihat jasad korban terbujur di atas ranjang dengan leher terlilit kain kerudung dan mulutnya tersumpal sarung bantal.

Menurut Kapolres, pelaku sempat mengambil uang tunai pecahan senilai Rp17 juta pecahan Rp100.000, ponsel, perhiasan kalung seberat 12,7 gram serta emas batangan.

“Antar pelaku dan korban masih satu RT, jaraknya tempat tinggal mereka hanya beda 4 rumah,” ujar Bismo.

Korban meninggalkan dua anak perempuan. Putri pertama kuliah di Kota Malang, Jawa Timur, sedangkan yang kedua masih belajar di sebuah pesantren di Kota Bandung, Jawa Barat.

Selain bekerja sebagai guru honorer, korban memiliki usaha pabrik rumahan pembuatan keripik. Rina dan suami mempekerjakan warga setempat sebagai pegawai di bisnis keripiknya tersebut.

Sementara pelaku adalah anak yatim yang tinggal dengan neneknya semenjak ibunya menikah lagi. (heri)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed