oleh

Muhammad Tito Andrianto: Dekatkan Diri Pada Masyarakat dengan Pelayanan Imigrasi

Cirebon, Radar Pagi – Muhammad Tito Andrianto dilahirkan di Jakarta pada 14 Januari 1978. Putra ke-3 dari 4 bersaudara buah hati pasangan Makbul Hambali dan Sukmaniar ini dibesarkan di lingkungan keluarga PNS yang sangat harmonis.

Ayahnya selalu mengajarkan pentingnya memiliki rasa saling menyayangi dan menghormati di antara sesama anggota keluarga, tetapi pada saat bersamaan menerapkan pola hidup disiplin kepada anak-anaknya. Tak heran bila kebiasaan itu mewarnai hari-hari Tito saat ini sebagai Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Cirebon.

Ya, sejak diangkat sebagai Kepala Kantor Imigrasi pada Bulan Desember tahun 2017, Tito selalu menerapkan kebersamaan, baik kepada bawahan maupun masyarakat. Tak heran bila dia membuat terobosan Imigrasi Masuk Desa untuk Pengambilan Biometrik dalam Pembuatan Paspor.

Melalui program tersebut, layanan pembuatan paspor semakin didekatkan kepada masyarakat. Petugas imigrasilah yang mendatangi warga untuk mempermudah proses pembuatan paspor tersebut.

Selain layanan Imigrasi Masuk Desa, program lain yang sedang dijalankan di Kantor Imigrasi II TPI Cirebon tahun 2019 ini, di antaranya layanan pengambilan paspor pada hari libur kerja, Sabtu dan Minggu. Lalu pengukuran IKM di setiap layanan konter pelayanan WNI dan WNA.

Belum cukup sampai di sana, ada juga program pengukuran sikap pelayanan petugas yang penilaiannya langsung dilakukan oleh masyarakat.

“Maksudnya kinerja dan sikap petugas layanan akan langsung dinilai oleh masyarakat dan nilai tersebut terlihat di setiap monitor di depan petugas. Evaluasi akan dinilai mingguan sehingga kinerja pelayanan selalu meningkat,” kata Tito saat dihubungi Pengayoman, beberapa waktu lalu.

Lalu ada lagi program pembuatan Standard Operating Procedure (SOP) internal pelaksanaan kinerja, seperti SOP penerimaan dan pemeriksaan berkas permohonan, SOP aplikasi DPRI, SOP distribusi barang, SOP keuangan, dan SOP lain-lainnya.

“Kita juga membuat aplikasi distribusi barang, aplikasi keuangan, dan aplikasi Portal Kanim atau Informasi Seputar Kanim khusus layanan pegawai,” katanya.

Bersama seluruh rekan kerja, program-program tersebut sengaja dijalankan, selain untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat, juga untuk mewujudkan pembangunan Zona Integritas (ZI). Apalagi pada tahun 2018 kemarin, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Cirebon sudah meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

Meski begitu, Tito mengaku tetap menghadapi sejumlah kendala, antara lain menyangkut masalah anggaran atau DIPA yang sering kali dilakukan revisi dikarenakan program WBBM belum ada pada tahun sebelumnya.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Tito berkoordinasi langsung dengan atasan di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, Kantor Wilayah Perbendaharaan Jawa Barat, Direktorat Jenderal Imigrasi, mengenai pelaksanaan Revisi Anggaran.

“Sehingga semua kegiatan dalam pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM harus berbasis pada anggaran,” jelas Tito.

Dia pun bersyukur dengan semua kerja keras itu, respon masyarakat terhadap pelayan di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Cirebon khususnya dalam pengisian penilaian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) ternyata Sangat Baik.

Namun untuk mengantisipasi keluhan dari masyarakat, Tito sudah menyiapkan solusinya, yaitu dengan menyediakan layanan nomor telepon/HP Kepala Kantor, dan membuka Ruang Pengaduan Masyarakat di Bagian/Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian.

“Kami juga mempunyai tim/petugas yang khusus menangani pengaduan soal pelayanan dari masyarakat, sehingga permasalahan dapat cepat teratasi tanpa perlu menunda-nunda,” katanya.

Kuncinya Kekompakan dan Kebersamaan

Menjaga kekompakan dan kebersamaan adalah dua hal yang selalu ditekankan Tito kepada seluruh jajarannya. Salah satu caranya dengan mewajibkan seluruh pegawai untuk makan pagi dan siang bersama di ruang makan yang ada di Gedung Penunjang.

“Tujuannya agar selalu terjalin kekompakan, dan komunikasi pun tetap terjaga,” tutur Tito.

Selain itu, selalu diadakan kegiatan apel pagi pada hari Senin, apel sore pada hari Jumat, dan coffe morning setiap 2 minggu sekali di Ruang Aula sebagai tempat untuk saling berkoordinasi dan berkomunikasi antara pimpinan kepada bawahan maupun sebaliknya.

Hasilnya, kinerja ASN di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Cirebon sejauh ini berjalan sangat baik. Semua pegawai, baik yang berstatus ASN  maupun Pegawai Tidak Tetap, mampu mengikuti tata tertib peraturan sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010  tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.  (Tabloid KUMHAM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed