oleh

Awas! Kopi Jantan +++ Ternyata Beracun

Jakarta, Radar Pagi – Kopi merek Jantan +++, yang meracuni 10 pria di Sumedang, Jawa Barat, sudah dilarang beredar sejak 2011. Produk tersebut bahkan sudah masuk daftar public warning di seluruh Indonesia. Entah kenapa, kopi tersebut masih bisa ditemui di pasaran hingga akhirnya terjadi kasus keracunan massal seperti sekarang.

“Produk tersebut sudah ada tercantum di public warning atau peringatan publik BPOM tahun 2011,” kata petugas BPOM Edah Zubaedah via pesan singkat, beberapa saat lalu.

Selain kopi Jantan +++, kopi sejenis lainnya yang juga dilarang beredar tetapi masih bebas dijumpai di pasaran adalah kopi Cleng yang positif mengandung bahan kimia obat sildenafil.

Saat ini, Polres Sumedang masih menelusuri alur distribusi kopi khusus laki-laki itu, termasuk mencari keberadaan sales penjualnya.

Sales-nya belum diketahui identitasnya, sementara ini kami masih berupaya mencari keberadaan sales yang menjual ke toko-toko itu,” ujar Kasatnarkoba Polres Sumedang AKP Idan.

Beredar Juga di Bali

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar I Gusti Ayu Adhi Aryapatni kepada wartawan di Denpasar, Bali, Jumat (20/9/2019), menjelaskan kopi Jantan +++ juga ditemukan di wilayahnya.

Tak cuma kopi Jantan, pihaknya juga menemukan aneka obat tradisional hingga obat kuat lainnya yang tak memiliki izin edar.

“Jadi selain tanpa izin edar, dia juga tidak memenuhi syarat mutu, kalau obat tradisional lain ditambahin zat kimia, bahan kimia obat,” kata I Gusti Ayu.

Dia mengatakan kopi perkasa itu bekerja dengan cara memperlancar aliran darah. Sehingga memiliki efek samping mempercepat detak jantung.

“Mekanismenya cara kerjanya memperlancar aliran darah, efek sampingnya detak jantung jadi cepat. Efek sampingnya kalau ada yang gangguan jantung kan nantinya bisa anfal, tergantung juga dosis yang digunakan, tergantung kondisi masing-masing. Tergantung seberapa besar yang dikonsumsi, kalau dalam jumlah besar kan terjadi yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Selama ini, kopi ‘perkasa’ itu dijual dengan harga bervariatif antara Rp 12-20 ribu. Dijualnya secara ecer, terutama di kios-kios jamu pinggir jalan yang buka di malam hari. (maria)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed