oleh

Mbah Pani Jalani Tapa Lima Hari Dikubur Hidup-hidup

Pati, Radar Pagi – Supani (62) atau yang akrab disapa Mbah Pani, warga Desa Bendar RT 3 RW 1 Kecamatan Juwana, Pati, menjalani ritual tapa pendhem atau bertapa dalam keadaan dikubur hidup-hidup selama tiga hari. Tujuannya tidak jelas, tapi sebelumnya dia sudah pernah melakukan tapa serupa sebanyak 9 kali.

Kepala Desa Bendar, Sutopo, masyarakat setempat telah terbiasa dan memaklumi aktivitas Mbah Pani itu karena sebelumnya yang bersangkutan sudah berkali-kali menjalani tapa pendhem yang merupakan jenis tapa tingkat tertinggi dalam ilmu kesaktian di tanah Jawa itu.

“Mbah Pani ini sudah biasa, sudah sembilan kali. Nah, ini yang ke-10. Katanya ini yang terakhir, ritual penutup begitu. Memang, biasanya hanya 3 hari 3 malam, ini nanti yang terakhir rencanannya sampai 5 hari 5 malam,” katanya.

Ia pun menegaskan, di wilayah Bendar sendiri tidak ada kelompok masyarakat yang mengamalkan ajaran aliran kepercayaan tertentu. Ia pun mengaku heran atas tindakan yang dilakukan Mbah Pani.

“Kalau lingkungan sini ya tidak ada aliran kepercayaan tertentu ya. Perkumpulan juga tidak pernah ada, mungkin Mbah Pani ini pernah berguru di luar daerah sini, dan di sini diamalkan sendiri. Selama ini di sini ya aman-aman saja,” terang Sutopo.

Sementara Kapolsek Juwana AKP Eko Pujiono menjelaskan pihaknya sudah meminta surat pernyataan berisi pernyataan sikap anggota keluarga Mbah Pani yang tidak akan mempermasalahkan jika nantinya ritual tapa pendhem yang dilakukan Mbah Pani gagal.

“Kami meminta agar Mbah Pani membuat surat pernyataan dan bersama keluarganya agar nantinya, bila terjadi apa-apa tentang keselamatan Mbah Pani, tidak menimbulkan gangguan kamtibmas. Surat pernyataan saat ini sudah diamankan oleh pihak pemerintah desa setempat,” kata Eko, Selasa (17/9/19).

Pada saat prosesi ritual tapa pendhem pun, Eko mengakui, jajaran Polsek Juwana ikut hadir di lokasi.

“Sebab di sana itu ramai pas prosesi Mbah Pani hendak melakukan ritualnya itu, sehingga kami sebagai pemangku kamtibmas di sini tetap bersiaga di lokasi, terlebih memang ada laporan dari pemdes, sehingga kami terjun ke lokasi,” terangnya. (sip/dtc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed