oleh

Kisah Tan Le Hok Kayuh Sepeda dari Solo ke Pasuruan demi Kembalikan Dompet

Solo, Radar Pagi – Bayangkan, seorang pria berusia 50 tahun rela mengayuh sepeda dari Solo, Jawa Tengah, ke Pasuruan, Jawa Timur, melewati 8-9 kota hanya untuk mengembalikan sebuah dompet hilang!

Dikutip dari TribunSolo.com, seorang pemuda bernama Diky mengisahkan ceritanya setelah kisah yang dia angkat di Instagram, ternyata mencuri perhatian publik.

Peristiwa yang dialami Diky terjadi pada Senin (9/9/2019) lalu.

Saat itu, dia dan teman-temannya, dalam perjalanan pulang setelah mengikuti touring sepeda motor dari Pasuruan ke Wonosobo.

Dalam perjalanan ini, seorang teman Diky bernama Ahmad Milhanudin, mengalami apes. Dompetnya terjatuh di jalan.

“Sampai Ngawi, teman saya Ahmad baru sadar, kalau dompetnya hilang,” cerita Diky, Jumat (13/9/2019).

“Dia sudah mengikhlaskan, karena mau balik cari ke Solo juga malas, jarak kita sudah jauh,” ujar Diky.

Tapi pada Selasa (10/9/2019), Diky mendapat telepon dari teman sesama biker yang berdomisili di Purbalingga.

Ia kemudian ditanya, apakah ada yang kehilangan dompet.

Menurut si penelepon, ada pria bernama Afuk, yang menemukan dompet teman Diky itu.

“Jadi ceritanya, kan sudah biasa sesama biker tukar-tukaran stiker. Nah, di dompet teman saya yang hilang itu ada stiker teman dari Purbalingga tadi,”

“Di stiker itu ada nomer teleponnya teman kami yang dari Purbalingga itu,”

“Kami lalu mendapat kabar, ada pria bernama Afuk yang menemukan dompet kami. Kami lalu diberi nomor teleponnya.

Diky kemudian berusaha menelepon Afuk.

Tapi berkali-kali ia telepon, nomor itu tak aktif.

“Hari Kamis, saya coba lagi telepon, ternyata bisa nyambung,” ujar Diky.

“Pak Afuk kemudian bilang dalam perjalanan mau kembalikan dompet. Dia sudah sampai Mojosari (Pasuruan), dan yang bilang saya kaget, dia ini naik sepeda onthel dari Solo,” kata Diky.

Pria bernama Afuk itu pun, kemudian benar-benar datang ke teman Diky untuk mengembalikan dompet.

“Yang buat kami makin haru, kami sempat memberi sangu uang. Dia sempat menolak, sehingga sampai dipaksa oleh teman saya,” kata Diky.

Yang membuat heran, Afuk bahkan menolak saat diminta istirahat sejenak, sebelum pulang ke Solo. Ia juga menolak tawaran untuk diantar pulang. Ia pamit untuk langsung pulang ke Solo, menggunakan sepeda yang sama.

Menurut Diky, ia dan teman-temannya tak tega melihat Afuk mengayuh sepeda dengan jarak sejauh itu.

“Kami sempat mau mengantar dia pulang, tapi beliau menolak,” kata Diky.

Diky sempat memotret KTP Afuk. Nama lengkap pria ini adalah Tan Ie Hok. Menurut KTP, Afuk berusia 50 tahun, dan tinggal di kawasan Purwopuran, Jebres, Solo.

Benar dari Solo

Wartawan yang penasaran dengan kisah ini kemudian menelusuri keberadaan Afuk lewat alamat yang tertera di KTP. Ternyata Tan Ie Hok alias Afuk memang tinggal di Purwopuran, Purwodiningratan, Jebres, Solo.

Afuk pun berkisah awal mula dia menemukan STNK dan KTP tersebut adalah saat dia dalam perjalanan pulang dari Jogjakarta ke Solo.

“Saya lewat Kartasura jalan Solo – Jogja itu lihat ada kertas terbang – terbang,” kata Afuk, Sabtu (14/9/2019).

Setelah kertas itu dia pungut ternyata STNK, KTP, dan ada stiker dengan tulisan Bang Benk.

Afuk mengamati alamat dari KTP tersebut ternyata ada di Jawa Timur.

“Saya merasa kasihan, kalau barang saya hilang saya pasti tidak tenang, jadi saya inisiatif pasang di media sosial terlebih dahulu,” kata Afuk.

“Tapi tidak ada respon,” papar Afuk.

Sebelum berangkat, Afuk menjual salah satu handphone miliknya seharga Rp 650 ribu untuk modal berangkat dan memperbaiki sepedanya.

Setelah berangkat, Afuk mengaku lupa hari apa dia berangkat.

“Harinya saya tidak ingat setahu saya berangkat pagi dan sampai sana dah malam,” papar Afuk.

Dia merasa kasihan dengan pemilik STNK dan KTP akhirnya memutuskan berangkat ke Pasuruan menggunakan sepeda onthelnya.

Setelah bertemu pemilik dompet, Afuk hanya mengembalikan barang yang dia temukan tersebut kemudian kembali ke Solo.

“Saya melewati 8-9 kota untuk sampai disana, memang capek tapi saya ikhlas sudah mengembalikan barang milik orang yang saya temukan,” kata Afuk.

Menurut dia, orang yang dikembalikan barangnya tersebut menawarinya sejumlah uang. Namun, dia menolaknya lantaran niatnya ikhlas untuk mengembalikan barang yang dia temukan tersebut.

“Saya ya setelah itu pulang lagi gak mampir – mampir,” terang Afuk.

Afuk mengaku dalam perjalanannya sampai ke Pasuruan menggunakan sepeda onthel dirinya tidak tidur sama sekali. Sebab, jarak yang dia tempuh cukup jauh dan ada kawasan yang menurutnya harus segera dilewati, yaitu beberapa alas alias hutan lebat yang biasanya rawan tindak kejahatan.

“Itu lewat alas juga kan saya jalurnya jadi harus cepat pulang,” papar Afuk.

Bila capek, Afuk biasanya berhenti di depan rumah penduduk untuk beristirahat sejenak.

“Saya istirahat di sana karena sudah benar- benar capek,” kata Afuk.

Afuk menjelaskan tidak ada hal lain yang dia inginkan, dia hanya ingin membantu orang yang kehilangan STNK dan KTP tersebut. (Ryantono Puji Santoso/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed