oleh

Direktur dan Sekretaris Pensiun, Pelayanan RSUD Piru Terganggu

Maluku, Radar Pagi – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Piru  kini ibarat ayam yang tidak memiliki induk. Pasalnya, semenjak direkturnya dr. Mikhael Siwabessy masuk masa pensiun 1 September 2019 kemarin, RSUD Piru mengalami kekosongan pimpinan/direktur dan sekretaris, sehingga sangat berpengaruh terhadap proses administrasi dan pelayanan di sana.

Terkait kekosongan pimpinan pada RSUD Piru, Kepala Bidang Umum dan Kepegawaian RSUD Piru Azis Sillouw, SKM. MSi saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin, meminta Bupati Seram Bagian Barat (SBB) untuk menunjuk penjabat sementara.

“Demi menunjang kelancaran proses administrasi dan pelayanan pada RSUD Piru, perlu adanya penunjukan penjabat sementara oleh Bupati M. Yasin Payapo sampai adanya direktur defenitif,” kata Sillouw.

“Kita sudah menyurati Pak Bupati untuk menunjuk salah satu pegawai sebagai penjabat semantara sambil menunggu pimpinan definitif,” ujar Sillouw.

Dia mengatakan, penjabat sementara RSUD Piru sangat dibutuhkan guna memaksimalkan unit pelayanan yang berhubungan dengan keselamatan manusia. “Karena ini berhubungan dengan nyawa orang, jadi kekosongan pimpinan tidak boleh didiamkan berlarut-larut,” kata Sillouw.

Tambah Silaouw, bukan hanya direktur  yang telah pensiun, namun Sekretaris RSUD Piru Manuru Wagola juga telah pensiun sejak setahun lalu. Dengan demikian, pada RSUD Piru terjadi kekosongan bukan hanya pada posisi direktur, tapi Sekretaris Direkturpun mengalami kekosongan dan sampai saat ini belum juga  ada pergantian. (jabar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed