oleh

Polisi Buru Veronica Koman ke Luar Negeri

-Utama-629 views

Surabaya, Radar Pagi – Veronica Koman resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus provokasi asrama mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur yang akhirnya memicu protes dan kerusuhan di Papua. Polisi bekerja sama dengan Interpol untuk memburu Veronica yang berada di luar negeri.

“Dari hasil pemeriksaan 6 saksi yaitu 3 saksi dan 3 saksi ahli, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan dalam jumpa pers, Rabu (4/9/2019) kemarin.

Veronica Koman sebelumnya sudah dipanggil sebagai saksi untuk tersangka kasus rasisme di asrama mahasiswa Papua. Namun bukannya memenuhi panggilan penyidik, dia malah pergi ke luar negeri.

“VK ini salah satu yang sangat aktif membuat provokasi di dalam maupun di luar negeri untuk menyebarkan hoax dan juga provokasi,” kata Irjen Luki.

“Pada saat kejadian kemarin, yang bersangkutan tidak ada di tempat, tapi di Twitter sangat aktif memberitakan mengajak provokasi di mana ada katakan ada seruan mobilisasi aksi monyet,” tambah Luki.

Luki menyebut postingan ini diunggah di twitter dengan menggunakan bahasa Indonesia dan Inggris. Hal ini tentu menyebar hingga ke luar negeri.

“Ada 5 postingan yang sangat provokasi, bukan hanya di dalam tapi di luar negeri,” kata Luki.

“Ada lagi tulisan momen polisi mulai tembak ke dalam, ke asrama papua, total 23 tembakan termasuk gas air mata, anak-anak tidak makan selama 24 jam haus dan terkurung disuruh ke luar ke lautan massa, kemudian ada lagi 43 mahasiswa papua ditangkap tanpa alasan yang jelas. Lalu, 5 mahasiswa terluka, 1 kena tembakan gas air mata, dan semua kalimat-kalimat selalu ditulis dengan bahasa Inggris,” sambungnya.

Berbeda dengan provokator kerusuhan rasialis di Asrama Mahasiswa Papua lainnya, yaitu Tri Susanti, kader Gerindra yang aktif memimpin demo mengepung asrama dan tertangkap tangan mengirimkan pesan provokasi seolah mahasiswa Papua yang memulai keributan, Veronica Koman justru berada di pihak mahasiswa Papua alias membela mereka.

Gara-gara Hoax Bendera Merah Putih Dibuang ke Got

Diketahui, pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya terjadi pada Agustus lalu. Kala itu, warga dan sejumlah anggota ormas mendapat informasi dari media sosial bahwa Bendera Merah Putih dibuang ke selokan air oleh mahasiswa Papua.

“Bendera merah putih dibuang ke selokan oleh kelompok separatis di Surabaya pada Jumat 16 Agustus 2019, pukul 13.30 WIB, tepatnya di depan asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya” demikian pesan WA provokatif dari Tri Susanti yang kemudian memicu kemarahan banyak orang kepada mahasiswa Papua.

Tak lama, Asrama Mahasiswa Papua dikepung massa. Setibanya massa di asrama, ternyata tidak ada Bendera Merah Putih yang dibuang ke selokan. Bendera merah putih tetap berkibar di tiang bendera yang ada di halaman asrama tersebut.

Namun massa seolah tidak puas. Massa tetap mengepung dan meminta para mahasiswa Papua keluar dari asrama. Mahasiswa Papua yang ketakutan tidak mau menuruti kemauan massa dan tetap mengurung diri dalam asmara.

Sayangnya, ketika polisi datang, puluhan mahasiswa yang sudah ketakutan tetap tidak mau keluar dari dalam asrama. Akhirnya polisi menembakkan gas air mata ke dalam asrama dengan tujuan agar mahasiswa keluar dari asrama dan menjalani pemeriksaan. Dampak dari kejadian ini adalah timbul kesan bahwa mahasiswa Papua mendapat perlakuan tidak baik dari massa dan polisi.

Apalagi dari kalangan massa pengepung terlontar ucapan-ucapan rasialis, seperti ‘monyet’ yang ditujukan kepada mahasiswa Papua. Ujaran rasialisme itu memantik aksi protes di sejumlah daerah di Papua dan Papua Barat. Masyarakat meminta agar oknum yang melontarkan ujaran rasialisme diusut tuntas.

Di beberapa tempat, misalnya di Sorong, Papua Barat dan Jayapura, Papua, malah terjadi perusakan bangunan komersial dan fasilitas publik. Sejauh ini, polisi telah menetapkan 68 tersangka atas sejumlah perisitwa yang terjadi sejak pertengahan Agustus lalu. (maria)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed