oleh

Warga Bandarejo yang Sukses 8 Kali Setubuhi Adik Ipar Akan Dijerat Pasal Perlindungan Anak

-Hukum-1.108 views

Surabaya, Radar Pagi – M. Faisal (26), warga Jalan Dupak Bandarejo, Surabaya, Jawa Timur sukses menyetubuhi adik iparnya sendiri, CT (14) sebanyak 8 kali. Perbuatan mesum mereka batu terbongkar setelah sang istri, TI (26),  memergoki keduanya berhubungan badan dalam kondisi telanjang bulat di kamar mandi.

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya setelah mendapat laporan, langsung memproses kasus ini. Kini tersangka dijebloskan ke tahanan Mapolrestabes Surabaya.

“Istrinya memergoki tersangka bersama korban di kamar mandi dalam keadaan telanjang bulat pada 20 Juli 2019. Tersangka ditangkap pada Rabu, 28 Agustus 2019,” ujar Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni pada wartawan, beberapa saat lalu.

Dia menjelaskan tersangka melakukan persetubuhan dengan adik iparnya di rumah kos, Jalan Gang Cinta, ketika istrinya sedang keluar rumah. Pertama kali tersangka menyetubuhi adik iparnya pada bulan Mei 2019.

“Tersangka menyetubuhi korban pertama kali pada Mei 2019 saat istrinya keluar rumah,” kata Ruth.

Dari keterangan tersangka diketahui saat pertama kali menyetubuhi adik iparnya, tersangka mengaku terangsang ketika melihat korban tidur, sehingga timbul pikiran bejat. Namun Faisal yang bekerja sebagai mekanik ini mengaku sebelumnya dia juga sudah sering mengintip adik iparnya saat berganti pakaian sebelum berangkat sekolah. Termasuk saat mandi pagi maupun sore.

Apes, saat melakukan persetubuhan yang ke-8, sang istri mendadak pulang tanpa diketahui sebelumnya. Faisal dan CT yang sedang asyik indehoi di kamar mandi pun kaget saat melihat kedatangan wanita malang itu.

Ironisnya, Faisal dan TI sebenarnya baru 4 bulan menikah. TI membawa serta adiknya yang masih duduk di bangku SMP untuk ikut tinggal bersama dengan sang suami karena kedua orang tuanya telah bercerai.

Kepada polisi, korban CA berkilah takut menceritakan kejadian yang menimpanya kepada kakaknya. Alasannya dia tak ingin merusak kebahagian sang kakak yang baru saja menikah dengan Faisal.

“Korban tidak berani menyampaikan ke kakaknya takut merusak kebahagiaan kakaknya,” ujar Ruth.

Sementara Faisal membantah telah melakukan persetubuhan sebanyak 8 kali. Menurutnya, yang ke-8 batal dilakukan karena sang istri keburu pulang.

“Khilaf saya, sudah tujuh kali tapi yang ke delapan kali tidak jadi karena ketahuan,” ujarnya.

Menurut Faisal, istrinya saat itu marah besar. Berbagai macam perabotan di dalam kamar dilempar. Sejumlah sumpah serapah juga diucapkan kepada dirinya. ”Misuh-misuh dia (istri, Red),” katanya.

Sejak saat itu, istri dan adik iparnya meninggalkan kos-kosan. Faisal mengaku tidak tahu di mana istri dan adik iparnya tersebut. Namun, menurut dia, TIK dan CIT mungkin pulang ke rumah salah satu orang tuanya.

Faisal mengatakan, pada awal Agustus dirinya mendapat panggilan dari penyidik unit PPA. Dia tidak menyangka istrinya bakal membawa masalah tersebut ke ranah hukum. Setelah beberapa kali mangkir, Faisal akhirnya ditangkap di daerah Demak. Dia ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan setelah menjalani pemeriksaan.

Tersangka kini dijerat Pasal 81 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun. (igo)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed