oleh

Pengantar Ayam di Depok Dibunuh Diduga Akibat Persaingan Bisnis

-Hukum-569 views

Depok, Radar Pagi – Satreskrim Polresta Depok dan Polsek Limo menangkap pelaku pembunuhan Hasbullah, seorang pengantar ayam broiler ke para pedagang di pasar-pasar tradisional, yang jasadnya ditemukan di kebun pisang milik warga di Jalan Pulo Mangga RT. 03/03, Grogol, Limo, Kota Depok, Rabu (28/8/2019) kemarin.

Pelaku bernama Andi Mardiyansyah warga jalan Batu Belah RT007/RW004, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pelaku ditangkap sekira pukul 17.30 WIB.

“Pelaku sudah kita tangkap dan sekarang ada di Polresta Depok,” kata Kapolresta Depok, AKBP Azis Andriansyah kepada Wartawan, Kamis (29/8/2019).

Dari tangan pelaku, polisi menyita pakaian yang digunakan ketika membunuh korban, dan handphone milik korban. Saat ini pelaku masih dalam penyidikan di ruang Reskrim Polresta Depok.

Belum diketahui motif pembunuhan, namun pihak keluarga korban menduga motif bisnis jadi alasan., Dugaan itu karena selama ini korban mendapat kepercayaan bosnya sehingga diizinkan memegang uang setoran hasil penjualan ayam hidup jenis broiler.

“Kayaknya persaingan usaha, karena kan memang dia dipercaya sama bosnya untuk ngedrop ayam dan pegang (uang) setoran,” kata Suharyadi, salah seorang keluarga korban, di lokasi kejadian, Rabu (28/8/2019) kemarin, dikutip dari okezone.

Dia menuturkan, selama bekerja korban kerap kali mengambil ayam di kawasan Sukabumi dan Bogor yang kemudian disalurkan ke para pedagang ayam kecil. “Dari hasil ngedrop ayam itu biasanya dia (korban) mengantongi uang untuk disetorkan ke bosnya,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Safrudin selaku ponakan korban mengungkapkan, setiap hari korban mulai bekerja Pukul 08.00 WIB dan pulang ke rumah Pukul 21.00 WIB. Sehari-hari dalam bekerja korban menggunakan truk untuk menyuplai ayam di wilayah Depok.

“Saya juga enggak tahu meninggalnya kapan, korban tewas, motornya ada di Kali Krukut yang jaraknya jauh dari lokasi,” ujar dia.

Menurut Safrudin, setiap hari korban kerap kali membawa uang setoran penjualan ayam senilai puluhan juta rupiah.

“Biasanya korban bawa uang dari pedagang kecil Rp5 juta-15 juta per hari dan itu bisa 3 kali sehari dibawa ya nilainya bisa puluhan juta,” ujarnya. (arman)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed