oleh

Ayah dan Anak Dicekoki Miras Sebelum Dibakar dalam Mobil di Sukabumi

-Hukum-1.422 views

Jakarta, Radar Pagi – Edi Chandra Purnama (54) dan Adi Pradana (23), ayah dan anak yang ditemukan tewas di mobil yang terbakar di kawasan Sukabumi, Jawa Barat, ternyata dicekoki miras lebih dulu sebelum dibunuh.

Berdasarkan keterangan sementara dalang pelaku pembunuhan, yaitu istri korban Edi sendiri berinisial AK (35) dan anak tiri korban berinisial KV (25), untuk korban Edi dipaksa menenggak miras yang sudah dicampur racun, sedangkan korban Adi Pradana diajak minum miras saja, dan dibekap handuk ketika sudah setengah mabuk.

“Lalu diberikan miras dan racun. Kemudian korban pingsan lalu dibekap dengan dipegang oleh dua orang tersangka ini,” kata Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Jerry Siagian wartawan, beberapa saat lalu.

Jerry menjelaskan, korban Edi dibunuh lebih dulu, kemudian tersangka AK memancing Adi Pradana untuk datang ke rumah. Setibanya di rumah, Adi pun diajak menikmati suguhan miras.

“Ke rumah lalu diajak minuman miras, setelah setengah sadar korban dibekap oleh handuk dengan dipegangi oleh kedua orang tersangka,” ujar Jerry.

Jasad kedua korban kemudian dibawa AK dan KV untuk dibakar guna menghilangkan jejak di Desa Pondok Kaso Tengah, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Dari rangkaian kronologi yang diungkap polisi, pelaku sudah merencanakan matang aksinya.

Sejauh ini, selain AK dan KV, polisi juga menyelidiki keterlibatan empat orang lain yang diduga disewa kedua pelaku untuk menjadi eksekutor. Saat berita ini diturunkan, polisi baru menangkap dua dari empat eksekutor.

Polisi juga masih mendalami keterangan AK yang menyebut bahwa KV adalah anak kandungnya. Hal ini dikarenakan antara AK selaku ibu dan KV sebagai anak, usianya hanya terpaut 10 tahun.

Polisi pun masih menggali jasa eksekutor pembunuhan tersebut, dan dari keterangan yang diterima pelaku AV, dirinya tidak mengenal dengan empat orang eksekutor tersebut.

“Yang kenal ini anaknya, yang berinisial KV, kemudian para eksekutor itu menghubungi AV untuk mengeksekusi kedua korban,” ujar Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Sufahriadi di Mapolrestabes Bandung, Selasa (27/8/2019) kemarin.

Namun, polisi belum bisa memeriksa pelaku KV yang masih dalam perawatan akibat ikut terbakar saat dirinya membakar dua orang korban. Keterangan KV dibutuhkan juga untuk memperjelas kasus ini guna mengungkap jasa eksekutor pembunuh tersebut.

“Kita belum dapat mintai keterangan, masih dalam perawatan,” ucapnya.

Sejauh ini, polisi baru mendapat keterangan bahwa motif pelaku karena ingin menguasai uang hasil penjualan rumah dan harta korban. (heri)

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed