oleh

Sebelum Tewas Dicekik, Lis Sempat Hubungan Intim di Depan Orang Banyak

-Hukum-5.014 views

Tegal, Radar Pagi – Sejumlah fakta terungkap sebelum pembunuhan terhadap Nurkhikmah alias Lik terjadi. ABG asal Tegal itu ternyata sempat melakukan hubungan intim dulu di hadapan 5 teman dan kerabat dekatnya sendiri sebelum tewas dicekik beramai-ramai.

Lik (16) warga Desa Cerih, Jatinegara, Kabupaten Tegal, dilaporkan hilang sekitar 5 bulan yang lalu, hingga kemudian mayatnya ditemukan dibungkus dalam karung sudah dalam kondisi tinggal kerangka.

Polisi kemudian mengamankan 5 tersangka pembunuhnya. Mereka adalah AM (20/pacar korban), MS (18), SA (24), NL alias E (17), dan AI (15). Dua di antara tersangka adalah perempuan yang masih di bawah umur.

Pembunuhan ini dilakukan pada April 2019 lalu. Sebelum dibunuh, AM yang saat itu dalam pengaruh alkohol, mengajak korban melakukan hubungan seks. Menurut pengakuan AM kepada penyidik, keduanya melakukan hubungan intim di depan teman-temannya, para tersangka yang lain.

Setelah melakukan hubungan intim, AM dan korban bertengkar. Alasannya AM cemburu karena korban memiliki hubungan khusus dengan pria lain. Korban juga diserang oleh tersangka wanita lain yang sakit hati karena merasa pernah dihina dan pacarnya direbut korban.

“Saat mereka semua dalam kondisi mabuk, dari sanalah mulai cekcok,” papar Kapolres Tegal, AKBP Dwi Agus Prianto.

Pertengkaran ini berujung pada tindakan pembunuhan. AM mencekik leher korban dibantu teman temannya hingga tewas. Mayaat korban kemudian diikat dengan tali plastik dan dibungkus karung plastik. Janazah Iik kemudian disembunyikan di rumah kosong tersebut.

“Ada tiga alasan yang jadi pemicunya. Pertama karena sakit hati, kedua cemburu, dan ketiga didorong atas rasa kesetiakawanan di antara pelaku,” ungkap Kasat Reskrim Polres Tegal, AKP Bambang Purnomo.

Hasil penyelidikan awal yang didapat, terungkap sisi gelap kehidupan para remaja yang terlibat dalam kasus sadis tersebut. Pelaku dan korban meski berumur belia namun sudah tidak ada yang bersekolah. Korban hanya tamat pendidikan setingkat SMP, demikian pula para pelaku.

Baik pelaku maupun korban cenderung melakoni pergaulan bebas. Mereka sering keluar bersama dan berhari-hari tidak pulang ke rumah.

Selain sering minum-minuman keras, mereka juga kerap berhubungan seks dengan berganti-ganti pasangan. (mbr/dtc/igo)

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed