oleh

Asosiasi China Malaysia Desak Zakir Naik Diusir

-Utama-196 views

Malaysia, Radar Pagi – Asosiasi China Malaysia (MCA) mendesak pemeritah Malaysia untuk mengusir Dr. Zakir Naik kembali ke India, dimana di negara asalnya tersebut, Zakir terlibat tuduhan korupsi, pencucian uang dan ujaran kebencian.

MCA menyebut Zakir Naik yang sudah tiga tahun ‘melarikan diri’ ke Malaysia karena kasus hukum yang membelitnya tersebut terbukti menjadi ancaman bagi keselarasan ras di Malaysia.

“Sebagai warga negara asing dan kriminal yang sedang diburu, memangnya siapa dia menyuruh warga negara sah keturunan China untuk meninggalkan negara ini?” ujar Presiden MCA, Dr Wee Ka Siong, dalam pernyataannya seperti dilansir The Star, Kamis (15/8/2019).

“Mengingat Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad mengatakan bahwa penerimaan dirinya (Zakir Naik-red) di Malaysia didasari alasan kemanusiaan, Zakir seharusnya memiliki harga diri,” tegas Dr Wee.

Dr Wee mendesak deportasi Zakir Naik ke India. Dr Wee berpendapat Zakir Naik seharusnya memperhatikan etika dasar atau keluar dari Malaysia.

“Perkataan dan perilaku Zakir seringkali kontroversial dan memicu ketidakpuasan di kalangan orang-orang berbagai ras, khususnya Hindu. Membiarkan dia tetap di sini hanya akan membawa lebih banyak masalah bagi hubungan etnis kita,” katanya.

“Tidak mudah untuk mencapai keselarasan dan kemakmuran yang dinikmati Malaysia yang multi-ras. Kami tidak butuh orang luar yang merasa paling benar sendiri, untuk menghancurkan perdamaian sosial dan hubungan antar etnis kita,” tambah Dr Wee.

Seruan untuk mengusir Zakir Naik memang makin menguat di Malaysia. Masyarakat dari beragam etnis dan agama, termasuk dari kalangan Islam sendiri, tampaknya semakin ‘kegerahan’ dengan kehadiran Zaik Naik di negara mereka.

Andrew Chen Kah Eng dari partai Democratic Action Party (DPA) menyatakan, dirinya siap membelikan tiket pesawat untuk Zakir Naik karena ulama itu disebutnya mencoba merusak kerukunan di kalangan rakyat Malaysia.

“Zakir bukan orang Malaysia dan dia pastinya tidak diterima oleh orang Malaysia, jadi silahkan tinggalkan negara kami dan kembali ke India,” ujar Chen yang menjabat sebagai wakil sekretaris publisitas DAP Johor, seperti dilansir media Malaysia, The Star, Kamis (15/8/2019).

Desakan MCA didasari ucapan Zakir dalam acara bincang-bincang agama, “Executive Talk bersama Dr Zakir Naik” di Kota Baru, Kelantan. Saat itu Zakir ditanyai bagaimana tanggapannya atas seruan sejumlah pihak mengenai deportasi dirinya. Zakir merespons dengan menyerukan warga China Malaysia untuk pulang lebih dulu karena mereka adalah “tamu lama” di Malaysia.

Ucapan Zakir Naik itu menuai kritikan tajam karena warga China Malaysia sejak lama sudah menjadi warga negara Malaysia, bahkan saat perang dunia ke-2, milisi warga Cina Malaysia, terutama dari kalangan komunis, dikenal sangat ganas memerangi imperialisme Jepang dan Inggris. Sementara saat itu, sebagian besar orang Melayu di sana justru bermain aman dengan mendekat ke Inggris. Kondisi ini tentu berbeda dengan Zakir Naik yang bukan warga negara Malaysia dan tidak ada kontribusinya sama sekali untuk kemerdekaan maupun pembangunan negara tersebut.

Sebelumnya Zakir juga menuai kecaman berbagai pihak terkait komentarnya yang menuduh warga Hindu di Malaysia lebih setia kepada Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi daripada PM Malaysia Mahathir Mohamad. Tudingan tersebut sangat menyakiti hati warga India Malaysia yang sejak turun temurun bersama-sama warga Melayu, Cina dan etnis lainnya telah membangun perekonomian Malaysia.

Zakir juga berulangkali menyakiti perasaan umat agama lain di Malaysia, terutama Kristen dan Hindu, dengan selalu membanding-bandingkan ajaran agama lain dengan agama Islam.

Saat ini pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan terhadap aksi provokasi yang dilakukan oleh Zakir Naik.

Direktur Departemen Investigasi Kriminal Federal Komisaris Datuk Huzir Mohamed membenarkan penyelidikan berdasarkan Pasal 504 dari undang-undang pidana Malaysia atas penghinaan yang disengaja dengan maksud untuk memprovokasi melanggar ketenteraman.

“Sampai hari ini, kami menerima total 115 laporan polisi di seluruh negeri,” katanya saat konferensi pers di markas polisi Selangor seperti dikutip dari Malay Mail, Kamis (15/8/2019).

Zakir Naik yang oleh para pembencinya di dunia maya namanya sering diplesetkan menjadi Zakar Naik ini ‘kabur’ dari India  sejak 2016, ketika penyelidikan terhadapnya dibuka karena diduga membuat pidato kebencian dan pencucian uang. (safrizal)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed