oleh

Ninja Bertopeng Bantai Sekeluarga di Serang

-Hukum-475 views

Serang, Radar Pagi – Kapolres Serang Kota AKBP Firman Efendi mengungkapkan, pelaku pembunuhan satu keluarga di Kampung Gegeneng, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringin Kurung, Kabupaten Serang, Banten berjumlah dua orang dan mengenakan topeng.

Kepastian tersebut setelah penyidik melakukan pemeriksaan kepada saksi kunci Siti Sadiyah (24) di RSUD Cilegon. Siti menjadi satu-satunya korban selamat dari aksi keji yang menewaskan Rustadi (33) dan anaknya A (4).

“Istrinya sempat kita wawancarai kalau pelaku itu mengetuk pintu, kemudian masuk ke dalam rumah dua orang sudah mengenakan topeng dan melakukan perbuatan itu (pembunuhan),” kata Kapolres, Selasa (13/8/2019).

Dijelaskan Kapolres, tidak ditemukan kerusakan pada bagian pintu sehingga bisa dikatakan pelaku tidak berupaya masuk dengan cara memaksa.

“Saat ini, koban selamat sudah siuman tapi masih trauma sehingga sulit untuk dimintai keterangan. Yang jelas ada dua pelaku kata saksi,” ujarnya.

Sementara Kasatreskrim  Polres Serang Kota AKP Ivan Adhittira mengatakan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh Asgari, yang merupakan rekan kerja Rustandi pada Selasa (13/8/2019) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, Asgari hendak mengambil peralatan kerja yang tersimpan dalam rumah korban. Baik Rustandi maupun Asgari sama-sama bekerja sebagai buruh bangunan.

Temannya ini mencium bau amis, pas ke dalam korban sudah pada tergeletak di ruang tamu rumahnya,” kata Ivan di lokasi kejadian di Kabupaten Serang, Selasa (13/8/2019).

Asgari lantas memberi tahu warga di sekitar rumah korban dan melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Saat ditemukan, Rustandi dan A sudah dalam kondisi tewas bersimbah darah, sementara Siti masih bernafas.

Ditemukan setidaknya tiga luka tusukan di bagian kepala Rustandi. Sementara tidak ada luka tusukan maupun sayatan di tubuh A. Polisi menduga A meninggal lantaran pukulan benda tumpul atau dibanting.

Diduga peristiwa terjadi pada Selasa dini hari, antara pukul 00.00 hingga pukul 05.00 WIB. Pihaknya saat ini masih mencari tahu apakah peristiwa tersebut perampokan atau murni pembunuhan.  “Motif kita tangani apakah perampokan atau murni pembunuhan,” ujarnya. (heri)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed